DPRD Sulsel Minta Kemenlu Usut Jasad ABK Asal Enrekang Dibuang ke Laut

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 07:01 WIB
Foto: Meninggal saat berlayar, jasad ABK asal Enrekang dibuang ke laut (dok. Istimewa)
Makassar - Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Rahman Pina meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengusut tuntas kasus jasad anak buah kapal (ABK) Muh Alfatah (20), asal Enrekang yang dibuang ke laut. Menurutnya, kasus tersebut mengusik naluri kemanusian.

"Tak ada yang bisa menghalangi takdir, begitu pun kematian. Tapi kematian seseorang, harus jelas musababnya, dan proses penanganan pun harus memenuhi standar-standar kemanusian dan agama. Ini sungguh mengusik naluri kemanusian kita," kata Rahman kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).

Rahman meminta agar kasus tersebut tidak dianggap sepele dalam dunia pelayaran. Terlebih belum ada jaminan terkait sebab kematian Alfatah.

"Siapa yang bisa menjamin bahwa tidak ada kasus di atas kapal sebelum Alfatah meninggal. Kasus kriminal misalnya. Lalu dengan siapa Kapten kapal berkonsultasi untuk kemudian memutuskan jasad langsung dibuang ke laut," ujarnya.

Rahman melanjutkan alibi kapten kapal membuang jasad Alfatah ke laut karena takut ABK lainnya tertular penyakit bukan alasan yang tepat.

"Pengusutan kasus ini sangat penting agar tidak terulang hal yang sama di kemudian hari karena begitu puluhan ribu anak anak muda asal Sulsel yang menjadi ABK di berbagai belahan samudera," paparnya.

"Kalau ini tidak diusut tuntas, maka ke depan para pemilik kapal dan kapten kapal bisa melakukan hal yang sama tanpa merasa bersalah. Ini juga menjadi trauma mendalam bagi ABK di seluruh dunia," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang ABK asal Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Muh Alfatah M (20), dikabarkan meninggal saat berlayar. Namun jenazah Alfatah tidak dapat dibawa pulang ke kampung halamannya alias dibuang ke laut.

Keluarga korban telah menerima surat pemberitahuan tentang kabar kematian korban dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Keluarga korban juga sudah melakukan salat gaib untuk Alfatah.

"Iya ada surat (terkait kabar kematian korban). Keluarga sudah salat gaib dua (hari) yang lalu," ujar sepupu korban, Khairil (23), kepada wartawan, Senin (20/1). (nvl/aan)