Mesin Waktu

Roy DeMeo, Mafia New York Terkejam yang Jadi Mayat di Bagasi Mobil

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:35 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian
Jakarta - Pada tanggal ini, 37 tahun yang lalu pemimpin salah satu kelompok mafia di New York, Amerika Serikat, Roy DeMeo ditemukan sudah menjadi mayat dalam bagasi mobilnya dengan sejumlah luka tembak di kepala dan di tangannya.

Roy yang lahir di New York mengawali kariernya sebagai rentenir di Brooklyn dalam usia remaja. Seorang anggota senior kelompok mafia Gambino, Anthony Gaggi mengajaknya bergabung dengan iming-iming akan mendapatkan duit yang lebih banyak.

Gambino merupakan salah satu dari lima kelompok kejahatan terorganisir di New York yang dikenal "Five Families". Lainnya yakni kelompok Bonanno, Colombo, Genovese, dan Lucchese. Selain melanjutkan profesi sebagai lintah darat, Roy mencoba mengembangkan 'bisnis' barunya di akhir dekade 1960-an, sebagai pencuri mobil.

Sejumlah pemuda tanggung direkrut jadi anggota kelompoknya seperti Chris Rosenberg, Joseph Testa, dan Anthony Senter. Albert DeMeo yang menulis buku tentang ayahnya Roy DeMeo berjudul For the Sins of My Father menyebut aksi pencurian mobil kelompok itu termasuk paling besar dalam sejarah New York.

Tak hanya mencuri, Anak-anak muda yang dikendalikan Roy itu juga tak segan membunuh. "Markas grup ini adalah Gemini Club di Brooklyn," tulis Albert DeMeo yang kemudian dikutip The New York Times dalam artikel 'Growing Up in Massapequa, and in the Mafia'. Di tempat itu juga, mereka memutilasi jenazah korban untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

"Mereka membuang mayat dengan mengeringkan darah mereka di kamar mandi dan kemudian mengirisnya menjadi potongan-potongan, untuk dimasukkan ke dalam kantong sampah," tulis The Times. Cara sadis ini kemudian dikenal dengan "metode Gemini". Metode ini bahkan mengejutkan sejumlah mafia kawakan termasuk Paul Castellano yang jadi bos kelompok Gambino pada 1976.

Menurut Albert juga, ayahnya itu tak ingin melibatkan anggota keluarga perempuan dengan dunia mafia. Namun sebaliknya pada anak laki-laki. Umur 6 tahun, Albert diberikan pistol kaliber 22. Pada anaknya itu Roy berkata, "Dua kali (tembakan) di kepala, dan pastikan dia mati."

Setelah mapan, Roy juga mendirikan beberapa perusahaan sebagai tempat pencucian uang. Akhir tahun '70-an, Roy kehilangan kepercayaan pada kawan-kawannya. Saat itu, Albert yang diminta mengumpulkan uang-uang pungutan. Biro Investigasi Federal juga mulai menghubungkannya dengan sejumlah kasus pembunuhan. Rumahnya diawasi penuh para agen.

Pada hari terakhirnya, 10 Januari 1983 Roy yang mengenakan jaket kulit pamit pergi ke rumah anggotanya Patty Testa. Dia berjanji malamnya akan pulang pada acara ulang tahun putrinya. Namun janji itu tak ditepatinya. Karena Roy tidak biasa melewatkan acara keluarga yang penting, keluarganya curiga ada sesuatu yang terjadi padanya.

Sepuluh hari kemudian, mobil Cadillac milik Roy ditemukan di tempat parkir Veruna Boat Club di Brooklyn. Tubuhnya yang sebagian membeku ditemukan di bagasi dengan lampu gantung di atasnya. Luka bekas tembak ada di kepala dan tangannya.

Albert meyakini Paul Castellano merupakan otak pembunuhan ayahnya. Joseph Testa dan Anthony Senter yang kemudian diminta jadi eksekutor. Tak ada yang tahu persis motif dan cara pembunuhan atas Roy itu. Castellano sempat didakwa atas pembunuhan itu. Namun lepas dengan jaminan. Tak lama kemudian Castellano pun terbunuh. (pal/dnu)