Pemuda Pancasila Jelaskan Kejadian Bentrok Ormas di Kota Bogor

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:08 WIB
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Kota Bogor - Anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat bentrok di Kota Bogor. Diketahui, dua ormas yang bentrok adalah Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dan Pemuda Pancasila (PP).

Ketua PP Kota Bogor Benninu Argoebie mengungkapkan, kejadian berawal ketika BPPKB bentrok dengan ormas PP di daerah Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Seusai bentrokan, kata Benninu, dilakukan mediasi di Polsek Bojonggede.

Kondisi pun dianggap sudah selesai dan kondusif. Benninu mengatakan anggota PP kembali ke tempat masing-masing. Namun, pada Senin (20/1) pagi hari tadi, ormas BPPKB dijelaskan Benninu melakukan penyerangan lagi.

"Mereka hancurin rumah anggota PP juga, yang loreng-loreng yang ada di depan rumahnya. Rumah kontrakan," kata Benninu, ketika dihubungi, Senin (20/1).

Dia menambahkan, 1 rumah, 2 kontrakan, dan 1 sepeda motor milik anggota PP rusak akibat penyerangan yang dilakukan BPPKB ini. Benninu pun mengungkapkan bahwa mediasi dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB tadi.

Seusai mediasi, kata dia, masalah dianggap selesai. Anggota PP pun kembali ke tempat masing-masing. Benninu menjelaskan, bentrokan kembali terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di sekitar Yasmin ketika anggota PP pulang.

"Saya memulangkan anggota, anggota saya suruh pulang ke wilayah masing-masing. Ternyata di Tanah Sereal dicegat sama mereka (BPPKB), terjadilah kejadian yang di depan Lotte Mart (di Yasmin) itu," ungkapnya.

Benninu mengatakan 2 anggota ormas PP mengalami luka bacok di bagian muka dan tangan. Sebanyak 12 motor pun rusak dan hilang.

Dia menjelaskan, kedua anggotanya dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk diberi pengobatan.

"Total kerugian kita itu ada 1 rumah, 2 kontrakan yang rusak. Di dalamnya (rumah) ada 1 motor. Jadi 13 motor rusak dan hilang dan 2 orang anggota (kena) luka bacok," kata Benninu.

Ketua PP Kota Bogor ini mengatakan dia tidak mengetahui mengapa penyerangan ini terjadi. Dia pun menyebut akan membawa kasus ini ke jalur hukum lewat polisi.

"Karena belum ada laporan, makanya kita akan laporan ke polisi sekarang," pungkas dia. (dnu/dnu)