Ical: Kenaikan Elpiji Bebani Rakyat
Jumat, 25 Nov 2005 22:12 WIB
Jakarta - Laporan rencana kenaikan elpiji sebesar 41% ternyata belum sampai ke tangan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Menurutnya pemerintah akan menanyakan kepada Pertamina mengenai kenaikan tersebut. Selain itu, Ical mengakui kenaikan tersebut tentunya akan membebani rakyat."Kita lihat saja nanti apakah pantas 41% jumlahnya seperti itu, saya belum terima laporan dari pertamina. Saya juga akan menanyakan kepada Pertamina apakah jumlah kenaikannya wajar," kata Aburizal Bakrie kapada wartawan usai penutupan Rapimnas Golkar, Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/11/2005).Menurut Ical, panggilan akrabnya, kenaikan elpiji ini pasti membebani rakyat. "Soal membebani rakyat, pasti akan membebani rakyat, tidak mungkin tidak," tegasnya.Seperti diberitakan sebelumnya, kenaikan harga elpiji ini akan mulai berlaku pada Januari 2006. Dari harga Rp4.250/kilogram akan naik menjadi Rp 5.550 hingga Rp 6.000/kilogram. Artinya, jika harga elpiji dengan tabung 12 kg saat ini berkisar antara Rp 51-55 ribu maka awal Januari nanti harga elpiji bisa mencapai Rp 72 ribu. Itu pun kalau pasokannya aman alias tidak langka. Sebab, harga tersebut akan melangit jika stokelpiji langka di pasaran.Sebelumnya Pertamina berencana menerapkan harga baru elpiji ini pada Oktober lalu. Namun karena bersamaan dengan kenaikan harga BBM yang gila-gilaan, harga elpiji pun urung dinaikkan.
(mly/)











































