Sohibul Soal Kritik ke Prabowo: Sekarang di Kabinet, Jangan Tipis Telinga

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 18:05 WIB
Presiden PKS, Sohibul Iman. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman membantah tuduhan partai men-downgrade Menhan Prabowo Subianto soal Natuna. Sohibul justru menyebut, Prabowo mempersilakan untuk dikritik.

"Jangan ada tuduhan men-downgrade atau macam-macam. Saya dan Pak Prabowo tidak ada masalah, itu hanya jubirnya saja. Saya dan Pak Prabowo bicara biasa saja, beliau silakan saya dikritik, biasa saja," kata Sohibul di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).



Pernyataan men-downgrade Prabowo terlontar dari Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Menhan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ketika itu, Dahnil membela Prabowo yang disorot PKS tidak boleh lembek menangani polemik di Natuna.

Sohibul kemudian mengatakan, sebagai pejebat pemerintah harus siap dikritik. Jangan sampai, lanjut dia, ketika sudah masuk dalam pemerintahan menjadi anti-kritik.

"Ketika mereka di luar sering mengkritik, kok sekarang ketika di dalam balik dikritik jadi tipis telinga. Ya seorang pejabat itu adalah untuk satu sisi diikuti kebijakannya jika baik, dan satu sisi dikritik kalau kebijakannya tidak baik. Jadi biasa-biasa saja," ujarnya.



Sebelumnya, PKS meminta Menhan Prabowo tidak lembek terkait masuknya klaim dan pelanggaran kapal-kapal China di Laut Natuna. Dahnil lalu menilai ucapan PKS sarat dengan modus men-downgrade Prabowo.

"Pernyataan PKS saya pahami sebagai pernyataan politik yang sarat dengan modus men-downgrade Menhan," kata Dahnil, Sabtu (4/1).

Dia menganggap PKS abai kalau sikap Prabowo sama dengan yang disampaikan Menlu Retno Marsudi sebagai otoritas diplomasi luar negeri. Menurutnya, Prabowo tegas menjaga kedaulatan NKRI bersama TNI.

"Sikap Menhan ya sama dengan seperti disampaikan Menlu sebagai otoritas diplomasi LN dan sebagai Menhan tentu Pak Prabowo dalam posisi tegas menjaga kedaulatan bersama TNI," ucapnya. (idn/fjp)