Hati-hati Mancing Mania! Begini Detik-detik Leher Bocah Tertusuk Ikan Marlin

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 18:04 WIB
Bocah Idul yang tertusuk ikan marlin di leher dirawat. Foto: dok. Istimewa
Makassar - Bocah 12 tahun asal Buton, Muhammad Idul, diserang ikan marlin saat sedang memancing di perairan Pulau Siompu, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Lehernya tertancap moncong ikan marlin selama 2 hari.

Sekjen Kerukunan Masyarakat Indonesia Buton (KMIB) Makassar, Muliadi Mau yang berbincang dengan detikcom, mengatakan korban tertusuk moncong ikan yang di Buton disebut Ikan Sori, saat memancing menggunakan sampan di perairan Pulau Siompu, Sabtu (18/1) malam lalu. Ikan Marlin yang ditangkapnya melompat mengarah ke Idul, lalu moncongnya menusuk leher bocah kelas 2 SMP itu. Ikan itu kemudian dipotong, disisakan moncongnya yang masih tertancap di leheri Idul.

"Jarak lokasi pancingannya itu sekitar 4 kilometer dari daratan Pulau Siompu, setelah dibawa rekannya ke daratan dalam kondisi runcing ikan masih tertancap di lehernya, korban kemudian dibawa ke rumah sakit Siloam Kota Bau-bau, menggunakan perahu motor," ujar Muliadi, Senin (20/1/2020).


Foto-foto saat Idul tertusuk ikan marlin di lehernya.Foto-foto saat Idul tertusuk ikan marlin di lehernya. Foto: Bocah asal Buton dioperasi karena leher tertusuk ikan marlin (dok. Istimewa)

Muliadi yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini menyebutkan, setelah sempat dirawat di RS Siloam, korban langsung diterbangkan ke Makassar, Minggu malam (19/1), untuk dioperasi di rumah sakit rujukan, RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Saat dibawa menggunakan pesawat, potongan runcing ikan masih tertancap di leher korban.

"Korban didampingi dokter RS Siloam Bau-bau tiba di Bandara Makassar, langsung dijemput pengurus KMIB yang ada di Makassar dan dibantu pengurusan rumah sakitnya," tutur Muliadi.


Tim dokter spesialis RS Wahidin berhasil melepas moncong ikan, setelah melakukan operasi selama hampir 2 jam. Beruntung moncong ikan tidak mengenai pembuluh darah besar di lehernya, sehingga korban tidak mengalami pendarahan hebat, yang bisa berpotensi kematian.

Saat ini korban masih dalam perawatan intensif di RS Wahidin, untuk proses pemulihan luka di leher korban. (mna/tor)