Pemulihan Hubungan Militer AS-RI Dilakukan Sejak Januari 2005
Jumat, 25 Nov 2005 19:29 WIB
Jakarta -
Secara resmi normalisasi hubungan militer Amerika Serikat dengan Indonesia baru tercapai 22 November 2005. Tapi, sebenarnya, pemulihan hubungan sudah terjadi sejak Januari melalui program International Military Education and Training (IMET).Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, pada Januari 2005 itu sejumlah perwira TNI mengikuti pendidikan di AS. Kemudian, pada Mei 2005, Indonesia sudah bisa untuk membeli peralatan atau suku cadang militer dari AS melalui Foreign Military Sale (FML)."Dan November ini sudah dilakukan Foreign Military Finance. Jadi tiga program sekarang ini sudah pulih," kata Juwono usai menerima Duta Besar AS untuk Indonesia B. Lynn Pascoe di kantor Dephan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jumat (25/11/2005).Dijelaskan Juwono, dalam pertemuannya dengan Pascoe dibicarakan keputusan Presiden George Bush pada 22 November lalu tentang pemulihan hubungan militer kedua negara. Pemulihan itu pada intinya untuk melanjutkan kerja sama di bidang militer.Dalam pertemuan itu, Pascoe juga menyampaikan dukungan pemerintahnya kepada Indonesia untuk melanjutkan proses konsolidasi demokrasi, termasuk soal kendali sipil pada TNI. Kendali sipil atas militer ini baik dalam perencanaan pertahanan maupun dalam penertiban bisnis militer. "Kita didukung untuk melanjutkan konsolidasi demokratisasi di Indonesoa, di mana peran tentara betul-betul tunduk kepada kendali sipil," kata demikian Menhan Juwono Sudarsono.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































