4 Wanita yang Dirindukan Surga (2)

Keutamaan Maryam binti Imran, Perempuan Suci yang Dijamin Surga

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 16:37 WIB
Pada masa kecil hingga remaja, Maryam binti Imran tinggal di Baitul Maqdis. Maryam adalah 1 dari 4 wanita calon penghuni surga (Foto: Erwin Dariyanto/detikcom)
Jakarta -

Di antara 4 wanita yang dirindukan surga berikutnya adalah Maryam binti Imran. Dia lahir di Nashirah, Nazareth, Palestina dari rahim seorang ibu bernama Hannah binti Faqudha, istri Ali Imran bin Matsan.

Dari garis ayah, leluhur Maryam sampai kepada Nabi Daud Alaihissalam. Sementara Hannah adalah adik dari istri Nabi Zakaria. Sehingga Maryam adalah keponakan Nabi Zakaria alahissalam. Bahkan saat masih kecil disebutkan Maryam pernah diasuh oleh Nabi Zakaria.

cleardot.gif

Keluarga Imran menjadi salah satu yang terpilih oleh Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur'an Surat Ali imran ayat 33:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

Arab-Latin: Innallāhaṣṭafā ādama wa nụḥaw wa āla ibrāhīma wa āla 'imrāna 'alal-'ālamīn

Artinya : Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat



Di kalangan masyarakat Bani Israil ketika itu, keluarga Imran sangat terpandang. Namun sekian lama Imran menikah dengan Hannah binti Faqudha, mereka tak kunjung dikarunia seorang anak.

Imran dan istrinya yang salehah tetap bersabar sambil terus berdoa agar mendapatkan keturunan yang salehah. Doa Hannah diabadikan dalam Al Qur'an surat Ali Imran ayat 35 berikut ini:

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab-Latin: Iż qālatimra`atu 'imrāna rabbi innī nażartu laka mā fī baṭnī muḥarraran fa taqabbal minnī, innaka antas-samī'ul-'alīm

Artinya; (Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".



Allah SWT mengabulkan doa istri Ali Imran. Sayang sebelum sang anak lahir, Ali Imran sudah meninggal dunia. Tanpa didampingi sang suami, Hannah melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Maryam. Hannah berdoa agar Allah SWT melindungi Maryam dan keturunannya dari godaan syaithan yang terkutuk.

Sesuai nazarnya, Hannah kemudian mengirimkan Maryam ke Baitul Maqdis. Setelah dilakukan musyawarah oleh masyarakat kala itu, perawatan Maryam akhirnya jatuh ke Nabi Zakaria sang paman. Nabi Zakaria merawat Maryam di Baitul Maqdis.

Di Baitul Maqdis, Maryam tinggal di tempat khusus. Dia menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Allah SWT. "Banyak berdoa, berdzikir, sholat, ketika malama ia melakukan sholat malam, ketika siang tiba dia berpuasa dan beribadah," kata Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., MA, dalam makalah yang berjudul Perempuan Suci, Pengabdi , Menjejak Langit Ilahi yang disampaikan di Aula Bruderan Budi Mulia Lawang Malang, pada tanggal 21 Mei 2017.

Dikutip dari buku berjudul Surga Kenikmatan yang Kekal karya Mahir Ahmad Ash-Shufiy, Dalam Musnad karya Ahmad, Musyikul Atsar karya Ath-Thahawiy dan Mustadrak karya Hakim diceritakan tentang keutamaan Maryam binti Imran. Maryam merupakan satu-satunya perempuan yang namanya diabadikan menjadi nama surat dalam Al Qur'an.

Disebutkan dalam Kitab, al-Jami' litafsir ahkam karya Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthub, di dalam Al Qur'an, Allah menyebut nama Maryam sebanyak 30 kali. Di ataranya dalam Surat Ali Imran ayat 42 dan Surat Al Thamrim ayat 12.

Keutamaan Maryam binti Imran disebutkan dalam Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 42:

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

Arab-Latin: Wa iż qālatil-malā`ikatu yā maryamu innallāhaṣṭafāki wa ṭahharaki waṣṭafāki 'alā nisā`il-'ālamīn

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

Juga dalam Al Qur'an Surat Al Thamrim ayat 12:

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

Arab-Latin: Wa maryamabnata 'imrānallatī aḥṣanat farjahā fa nafakhnā fīhi mir rụḥinā wa ṣaddaqat bikalimāti rabbihā wa kutubihī wa kānat minal-qānitīn

Artinya: Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.

Dalam Shahih Bukhari dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik perempuan adalah Maryam dan sebaik-baik perempua adalah Khadijah."

Maryam binti Imran kemudian melahirkan Nabi Isa Alaihissalam yang kisahnya bisa dibaca di artikel ini:

detikers, setiap sore Tim Hikmah detikcom menurunkan kisah-kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Kumpulan berita harian Hikmah terbaru dan terlengkap seputar Islam dan kisah inspiratif bisa dibaca di sini.

(erd/lus)