Protes Buku Sukarno File, Konsul Belanda di Medan Didemo
Jumat, 25 Nov 2005 18:32 WIB
Medan - Buku Sukarno File karangan Prof Antonie CA Dake yang menyatakan Bung Karno dalang G30S/PKI menuai masalah. Di Medan, puluhan orang yang tergabung dalam Front Marhaenis Sumatera Utara melakukan aksi demo ke Konsulat Jenderal Belanda meminta buku itu direvisi.Aksi demo itu digelar di depan Konsulat Jenderal Belanda di Jalan Mongonsidi, Medan, Jumat (25/11/2005). Dengan kawalan sejumlah polisi dari Poltabes Medan, massa menyatakan keberatan dengan penerbitan buku itu. Mereka menganggap posisi Soekarno dalam kasus G30S/PKI adalah salah. Selain itu, buku ini juga merupakan salah satu upaya devide et impera, politik memecah-belah di Indonesia yang dilakukan Belanda pada masa sekarang."Karena itu kami minta agar semua elemen bangsa untuk mewaspadai kekuatan asing yang berupaya melakukan politik devide et impera di Nusantara," kata anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI-P, Taufan Agung Ginting, yang ikut dalam aksi ini.Dalam pernyataan sikapnya, Front Marhaenis Sumatera Utara juga menuntut pemerintah untuk bertindak tegas dan bijaksana menanggapi setiap usaha kekuatan asing yang bertujuan menimbulkan gejolak di masyarakat. Dan meminta MPR untuk mencabut Ketetapan MPRS No XXXIII Tahun 1996 tentang larangan ajaran Bung Karno (Desoekarnoisasi).Konsul Jenderal Belanda Van Diemen yang menerima para pengunjuk rasa menyatakan pihaknya dapat mengerti adanya tuntutan ini. Namun dia menyatakan tidak bisa menyampaikan tuntutan itu ke pemerintahnya, dalam hal ini melalui Kedutaan Besar Belanda di Jakarta."Sebab itu, kami minta agar dibuatkan surat pengantar, sehingga kami bisa menyampaikannya. Saya sendiri belum membaca buku itu," kata Van Diemen yang mahir berbahasa Indonesia.Usai mendengar keterangan Van Diemen, massa kemudian membubarkan diri dan berjanji akan datang lagi nanti dengan membawa surat pengantar dimaksud.
(mly/)











































