AS Cabut Embargo Senjata Indonesia karena Takut Terorisme
Jumat, 25 Nov 2005 18:06 WIB
Jakarta - Pencabutan embargo senjata oleh Amerika Serikat (AS) dianggap sebagai ketakutan AS terhadap terorisme di dunia. Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS George W Bush.Hal ini diungkapkan 4 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Imparsial, Infid, Kontras, dan HRWG kepada wartawan di Sekretariat Imparsial, Jl Diponegoro No. 9, Jakarta, Jumat (25/11/2005)."Pencabutan ini karena ada kepentingan AS dalam melawan terorisme. Karena ini sesuai dengan kebijakan dari Bush yang lebih mengedepankan untuk melawan terorisme," kata Choirul Anam dari HRWG.Menurut Choirul, seharusnya AS lebih mengedepankan syarat agar Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan penyelesaian terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu, seperti pelanggaran HAM di provinsi Timor Timur, yang kini menjadi negara Timor Leste.Selain itu, pencapaian reformasi di tubuh TNI juga harus lebih dikedepankan. "Ini tergantung AS, tapi prasyarat tersebut juga harus menjadi acuan," tegasnya.Selain itu, Imparsial memandang pernyataan yang dikeluarkan Presiden SBY mengenai pencabutan embargo itu terlalu overconfident. "Presiden jangan terlalu overconfident. Justru ini menjadi tekanan untuk mereformasi TNI dan menyelesaikan agenda di masa lalu," jelas Al Araf.Menurut Al Araf, pencabutan tersebut bukan berarti citra Indonesia sudah pulih di mata dunia terkait pelanggaran HAM di Timor Leste. "Tapi karena kebutuhan keamanan regional bagi AS. Jangan sampai pencabutan ini sebagai alat untuk meninggalkan kejahatan masa lalu," tegasnya.
(mly/)











































