Demo di Depkum & HAM, Massa Tuntut Hamid Mundur
Jumat, 25 Nov 2005 18:00 WIB
Jakarta - Tuntutan agar mantan anggota KPU Hamid Awaluddin diusut dalam kasus korupsi KPU kembali muncul. Juga muncul tuntutan agar Hamid mengundurkan diri dari jabatannya selaku Menteri Hukum dan HAM.Tuntutan ini disampaikan sekitar 50 aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) yang menggelar unjuk rasa di depan Departemen Hukum dan HAM, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2005).Masssa juga menyoroti kasus korupsi di KPU yang diduga melibatkan Hamid. Hamid telah membiarkan teman-temannya seperti Mulyana W Kusuma masuk penjara. Padahal sejumlah kesaksian menunjukkan Hamid ikut menikmati suap.Dalam aksinya, massa membawa berbagai spanduk. Spanduk-spanduk tersebut antara lain berbunyi, "Penegakan Hukum Sekarang Sudah Jadi Lahan Bisnis"dan "Pecat Hamid Awaluddin".Dalam orasinya, seorang demonstran mempersoalkan belum dijadikannya Hamid sebagai tersangka korupsi KPU. Padahal sejumlah kesaksian, seperti kesaksian Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin, menunjukkan Hamid ikut menikmati dana taktis KPU.Massa juga mempersoalkan kebijakan Depkum dan HAM yang diskriminatif dalam memberikan remisi. Depkum dan HAM selalu memberikan remisi kepada Tommy Soeharto yang merupakan terpidana kasus pembunuh hakim agung. Sementara Abu Bakar Ba'asyir, terpidana kasus teroris, tidak mendapat remisi.Dalam aksinya, massa mengajukan tiga tuntutan. Pertama, menuntut Hamid mengundurkan diri, mendesak Presiden SBY memecat Hamid, dan menyerukan kepada pejabat Depkum dan HAM untuk tidak mempermainkan hukum.
(gtp/)











































