Round-Up

Adian Bongkar CCTV Tepis Gaduh OTT di PDIP

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 06:22 WIB
Rekaman CCTV yang diputar Adian Napitupulu (Foto: Rolando FS/detikcom)
Jakarta - PDIP masih vokal soal kasus suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Salah satu politikus PDIP Adian Napitupulu sampai buka-bukaan soal kedatangan tim KPK ke DPP PDIP.

OTT terhadap Wahyu itu terjadi pada Rabu (8/1). Saat itu beredar informasi pula mengenai tim KPK yang dihalang-halangi saat berada di DPP PDIP.

Apa kepentingan KPK ke DPP PDIP?



Dalam kasus ini, ada 4 orang sebagai tersangka, yaitu Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU, Agustiani Tio Fridelina sebagai orang kepercayaan Wahyu Setiawan dan juga mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Harun Masiku sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP, dan Saeful sebagai swasta. Wahyu dan Agustiani sebagai penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful sebagai pihak pemberi suap.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Mengenai kedatangan tim KPK ke kantor PDIP itu lantas dibawa-bawa Adian dalam diskusi 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' pada Minggu (19/1). Dia membawa rekaman CCTV saat peristiwa tersebut.

"Saya minta putar videonya. Kita lihat sama-sama, yang pakai topi, KPK. Kalau dari letaknya sepertinya ini di parkiran bawah DPP PDI Perjuangan. Yang pakai topi putih KPK, yang pakai kaus putih satgas DPP PDI Perjuangan," kata Adian.
Adian mengatakan, dalam rekaman video CCTV, ada enam orang yang di antaranya mengaku dari KPK. Dia menegaskan tak ada keributan yang terekam oleh kamera CCTV di kantor PDIP.

"Dari posisi ini, hanya ada enam orang di lokasi. Dari posisi apakah terjadi keributan? Tidak ada. Kertas yang dipegang oleh orang yang mengaku dari KPK," ujar Adian.

"Ya kira-kira dia bicara 'saya dari KPK', gitu, datang satgas 'surat tugasnya ada nggak?' Begitu ditanya, tidak ada, dia pergi. Keributannya di mana? Nggak ada. Sebagai satgas, siapa pun yang datang wajib untuk ditanya, kamu siapa? Datang untuk ngapain? Mau ketemu siapa? Kalau dia bilang dari KPK, surat tugasmu mana? Surat perintahmu mana?" tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2