Orangtua Bersyukur Misno Bisa Dikubur di Cilacap
Jumat, 25 Nov 2005 17:03 WIB
Yogyakarta - Orangtua Misno tersangka bom Bali II, Madsukarto (62) mengaku senang dan bersyukur kepala Misno bisa dikuburkan di tanah kelahirannya di Cilacap, Jawa Tengah. Pihak keluarga saat ini sudah menyiapkan berbagai hal untuk menguburkan kepala anaknya, layaknya menguburkan jenazah."Meski tinggal kepala saja, kami bersyukur bila jenazah anak saya bisa dikuburkan di sini (Kawunganten). Misno itu tetap anak kami, meski mati dengan cara seperti itu," kata Madsukarto kepada wartawan di rumahnya Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jumat (25/11/2005).Menurut Madsukarto, setelah berbicara dengan beberapa orang anggota keluarganya dan atas nasihat kuasa hukumnya, pihak keluarga sepakat Misno dikuburkan di Ujungmanik. Keluarga sudah sepakat menyerahkan sepenuhnya kepada salah satu anaknya, Warisno bersama kuasa hukumnya Emi Klanawidjaja untuk mengurus pengambilan jenazah Misno di RS Polri Kramatjati Jakarta. "Semua surat dari kepolisian Cilacap dan surat dari kecamatan sudah diurus Warisno kemarin," katanya.Ia mengaku pada awalnya pihak keluarga belum yakin bila anak nomor keenam dari tujuh bersaudara itu menjadi salah satu pelaku bom Bali II. Keluarga baru meyakini sepenuhnya setelah melihat rekaman VCD, yang di dalamnya ada gambar Misno secara utuh dan pamitan kepada keluarganya. "Ketika melihat foto yang disebarkan polisi, kami tidak mengenalnya. Ketika petugas datang ke rumah, kami juga belum yakin, tapi setelah melihat gambar di televisi serta logat bicara Banyumasan, kami baru yakin itu Misno," kata dia. Madsukarto menambahkan, pihak keluarga tidak menyiapkan secara khusus saat jenazah Misno tiba di rumah. Pihak keluarga sepakat untuk mengirimkan doa secara bersama-sama di rumah. Pihak keluarga juga sudah menyerahkan sepenuhnya berbagai hal yang berkaitan dengan pemakaman kepada aparat pemerintah desa dan kepolisian. "Moga-moga Sabtu besok jenazahnya sudah datang sehingga bisa langsung dikuburkan," tutur Madsukarto didampingi istrinya Sabariyah. Dia menuturkan, sebelumnya sempat terjadi perbedaan pendapat antara beberapa anggota keluarga. Perbedaan itu soal penguburan kepala Misno di kampung halaman atau dimakamkan di tempat lain oleh aparat kepolisian. Namun akhirnya tercapai kesepakatan, hendaknya kepala Misno dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halaman. "Bila Misno dimakamkan di sini, kami senang karena tahu kuburannya. Kami hanya bisa mengirim doa saja," ujarnya.Madsukarto mengatakan di mata keluarganya, Misno itu anak yang polos, tidak berpendidikan tinggi dan tidak bertingkah macam-macam serta rajin bekerja. "Keluarga benar-benar gelo (kecewa). Mengapa dia sampai terpengaruh dan mau diajak orang lain seperti itu," sesal Madsukarto.
(asy/)











































