Polisi Masih Dalami Kaitan Wiwid dengan Jaringan Terorisme
Jumat, 25 Nov 2005 16:14 WIB
Semarang - Kesimpangsiuran informasi mengenai penangkapan Dwi Widiarto alias Wiwid di Semarang, Rabu (23/11/2005) lalu terungkap juga. Polda Jateng mengaku masih mendalami keterkaitannya dengan jaringan Azahari dan Noordin M Top atau kelompok teror bom di Poso, Ambon, dan Palu.Demikian diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Chaerul Rasjid saat ditemui wartawan di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (25/11/2005) usai menerima penghargaan dalam memberantas judi togel di wilayah Jateng. Penghargaan itu diberikan oleh DPW PPP Jateng.Chaerul menyatakan, Wiwid memang telah ditangkap. Hingga saat ini, polisi masih mendalami apakah Wiwid berkaitan langsung dengan jaringan Noordin M Top dan Azahari atau kelompok sempalan yang melakukan aksi teror di Poso, Ambon, dan Palu."Itu semua masih perlu pendalaman. Ia (Wiwid) masih terus diperiksa hingga kini. Jadi saya belum bisa menyatakan peran dia terkait aksi terorisme," ungkapnya.Chaerul tidak menjelaskan apakah dengan adanya penangkapan Wiwid, polisi mendapat kejelasan soal keberadaan gembong teroris Noordin M Top. Yang jelas, ia mengakui mendapat informasi yang cukup signifikan dari Wiwid.Ketika ditanya mengenai lokasi penangkapan Wiwid, Chaerul berkelit. "Ha..ha..ha, itu nggak usah disebutkan-lah. Yang penting, dia sudah ditangkap. Saya sendiri ikut turun ke lapangan dan memeriksanya," katanya dengan tawa berderai.Chaerul mengakui pemeriksaan terhadap Wiwid dilakukan di berbagai tempat. Pemeriksaan bisa dilakukan di hotel atau tempat lain. Hal itu dilakukan untuk mengamankan posisi yang kini terancam oleh kelompoknya.Chaerul yang juga adik kandung musisi Idang Rasjidi ini menegaskan, Jateng merupakan daerah rekruitmen jaringan terorisme. "Sejak bertugas di sini, saya sudah menyebutkan seperti itu. Dari sejarah, Jateng memang kental dengan kelompok-kelompok radikal," demikian Chaerul Rasjid.
(asy/)











































