Seratusan Anak dan Ibu-ibu Tagih Janji Manis SBY-Kalla

Seratusan Anak dan Ibu-ibu Tagih Janji Manis SBY-Kalla

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2005 16:11 WIB
Jakarta - Janji manis yang ditebar SBY-JK saat kampanye Pemilu 2004 mulai menuai protes. Sekitar 150 anak-anak, ibu-ibu dan orangtua menagih janji yang tak kunjung terealisasikan itu.Dengan mengusung nama Pergerakan Rakyat Miskin dan Barisan Oposisi Rakyat, mereka menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (25/11/2005), pukul 14.45 WIB.Mereka juga memprotes kenaikan harga BBM dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya semakin menyengsarakan hidup mereka.Aksi yang diamankan sekitar 80 aparat Polres Metro Jakarta Barat itu berlangsung tertib. Untuk melengkapi aksinya, massa pendemo membawa sekitar 30 bendera berwarna-warni yang bertuliskan people power. Mereka juga mengusung dua keranda, dan spanduk yang bertuliskan turunkan harga BBM dan janji-janji palsu: kesejahteraan dan keadilan.Sebelum menggelar aksinya di depan Istana Merdeka, massa yang sebagian besar terdiri dari anak-anak usia 8-15 tahun dan ibu rumah tangga itu berkumpul di depan Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat.Aksi mereka dikoordinir oleh pimpinan LSM Pergerakan Rakyat Miskin Farid Faqih. Menurut Faqih, ia sengaja melibatkan anak-anak dan ibu-ibu yang merupakan simbol keprihatinan."Orang sekarang susah karena kenaikan harga BBM. Kalau ini terus berlanjut, besok-besok akan ada aksi yang lebih besar lagi, karena masyarakat akan marah," katanya.BLT yang diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, kata Farid, merupakan cermin penyuapan yang biasa dilakukan pengusaha kepada pemerintah. Seolah-olah dengan BLT persoalan sudah selesai. "Padahal tidak. Contohnya, semua profesi semakin melarat," katanya.Kenaikan harga BBM, kata dia, sebetulnya tidak bisa serta-merta dilakukan hanya karena alasan kenaikan harga minyak dunia. Di AS, harga minyak memang tinggi, tapi hal itu diimbangi pendapatan per kapita AS yang juga tinggi. Sedangkan di Indonesia pendapatan per kapitanya masih rendah."Kita tahu sejak pemilu mereka banyak menebar janji untuk bekerja demi rakyat. Itu semua omong kosong, mereka bekerja untuk mempercepat kemiskinan. Kalla (Wapres Jusuf Kalla)-lah yang paling merusak. Dan kalau pemerintah sampai menaikkan harga lagi, itu adalah hal yang bodoh," katanya.Selain Farid, demo juga dimeriahkan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Permadi. Permadi mengaku ikut berdemo karena ingin menyatu dengan rakyat. "Apalagi PDIP juga satu-satunya partai yang menolak kenaikan harga BBM," kata dia. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini