Bom Ransel Lebih Fleksibel, Azahari Tinggalkan Bom Mobil
Jumat, 25 Nov 2005 15:44 WIB
Jakarta - Peristiwa bom Bali II menunjukkan perubahan taktik kelompok Azahari dalam melakukan serangan bom. Kalau sebelumnya menggunakan bom mobil, kini Azahari cs lebih menyukai bom ransel. Bom ransel ini lebih fleksibel dan tidak mudah dicurigai.Perubahan taktik Azahari ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto dengan merujuk pada dokumen yang disita polisi dari kawanan Azahari. Penjelasan disampaikan Kapolri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (25/11/2005).Dijelaskan Kapolri, kelompok Azahari tidak lagi menggunakan bom mobil karena memerlukan biaya besar, waktu persiapan minimal tiga minggu, dan menyewa rumah yang memiliki garasi."Kelemahan dari taktik ini ialah mudah diidentifikasi," jelas Kapolri.Bom ransel, lanjut Kapolri, mudah dibawa ke mana saja tanpa kecurigaan petugas. "Bom ransel bisa dibuat di mana saja. Termasuk dibuat di lokasi sasaran pengeboman," jelas Kapolri.Kapolri juga mengungkap adanya taktik perjalanan Azahari dalam dokumen. Mereka merencanakan perjalanan dari Malang menuju Bali untuk menghindari petugas sewaktu menyeberang di Gilimanuk.Tapi, Kapolri tidak menjelaskan tentang detil rencana perjalanan Azahari. "Ya, mereka merencanakan dengan matang sekali untuk menghindar dari kejaran petugas. Ini yang harus diwaspadai, termasuk tempat yang ditinggal mereka," katanya.
(gtp/)











































