Kapolri: Tak Ada Rencana Bom Saat Peringatan Bom Bali I
Jumat, 25 Nov 2005 15:43 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Sutanto membantah ada rencana pemboman pada 12 Oktober 2005, atau tepat dua tahun peristiwa Bom Bali I dalam dokumen Azahari. Yang ada adalah rencana serangan pada 1 Oktober 2005, sebagaimana kemudian memang terjadi."Itu tidak ada dalam dokumen. Yang ada hanya sasaran pengeboman pada 1 Oktober tersebut," kata Kapolri dalam dalam jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (25/11/2005).Ditambahkan Kapolri, kemungkinan Azahari dan jaringannya mewaspadai tanggal 12 Oktober 2005. Sebab pada saat peringatan bom Bali I, banyak aparat yang berjaga-jaga. "Ya, jadinya Azahari mencari celah di hari lain, di mana tidak ada kesiapan petugas," kata Kapolri.Pernyataan ini disampaikan Kapolri menanggapi pemberitaan di koran The Australian edisi Jumat (25/11/2005) ini. Sumber koran tersebut menyatakan, dalam dokumen The Bali Project yang disita polisi Indonesia dari kawanan Azahari, ada rencana pemboman pada 12 Oktober 2005.Menurut sumber The Australian, kelompok Azahari berencana mengebom peringatan dua tahun Bom Bali, karena momen itu sangat strategis. Momen itu dihadiri Menlu Australia Alexander Downer, Menkeh Australia Chris Ellison, Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, dan 50-an kerabat 88 korban tewas asal negeri Kangguru.Rencana pengeboman pada 12 Oktober telah dibatalkan karena pengamanan pada saat itu sangat ketat. Azahari memutuskan mempercepat serangan mereka dengan tiga bom bunuh diri pada 1 Oktober di Jimbaran dan Kuta. Serangan itu menewaskan 23 orang, termasuk 4 warga Australia.
(gtp/)











































