Risma Bicara Warga DKI Pindah karena Asma, Gerindra: Tahan Syahwat Politiknya

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 08:29 WIB
Ilustrasi udara di Jakarta (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya lantaran anak-anaknya terjangkit asma. Gerindra DKI Jakarta meminta Risma membuktikannya dengan data-data.

"Saya rasa nggak seperti itu, jadi Bu Risma juga jangan mengklaim seperti itu. Jadi harus mempertanggungjawabkan data-data yang dia peroleh. Bahwa banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena asma, dia harus mampu mempertanggungjawabkan hal itu. Dia pindah ke Surabaya karena asma atau bukan. Yang kedua, pada saat dia pindah ke Surabaya, kemudian asamnya sembuh dia harus bisa mempertanggungjawabkan juga," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DKI, S Andyka, kepada wartawan, Jumat (17/1/2020) malam.



Andyka mengatakan masalah polusi di Jakarta tak bisa disamakan dengan Surabaya. Ada beragam faktor yang membuat masalah di Jakarta lebih kompleks.

"Banyaknya itu cuma 1, 2, 3, 10, 100, 1.000, harus jelas. Saya rasa Bu Risma nggak usah melakukan komparasi. Terkait Surabaya dan DKI. DKI itu sangat heterogen. Beda dengan Surabaya. DKI jauh lebih luas dibanding Surabaya. DKI jauh lebih banyak kendaraan bermotor dua juta lebih dibanding Surabaya. Jadi jangan seolah-olah bahwa pengelolaan terkait masalah polusi, Surabaya jauh lebih baik, tidak bisa seperti itu," ujar dia.

"Jadi jangan seolah-olah bahwa Jakarta dengan polusinya yang begitu parah, kemudian mau dipakai apple to apple, nggak boleh kaya begitu, jadi jangan apple to apple dong. Kita harus lihat kompleksitas permasalahan kemudian kita heterogen, sangat heterogen, jumlah kendaraan bermotor jauh lebih banyak, pelayanan kesehatan kita juga jauh lebih baik. Jadi bu Risma harus mampu memberikan data otentik, banyak berapa, 20 banyak, seratus ribu, data itu harus jelas," sambung Andyka.


Selanjutnya
Halaman
1 2