Ini Kecanggihan 'Bukan Toa Biasa' Seharga Rp 4 M

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 22:32 WIB
Disaster warning system (DWS) yang dipakai BPBD DKI untuk menyebar peringatan dini banjir ke warga. (Foto: dok. BPBD DKI Jakarta)
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berencana memasang enam disaster warning sistem (DWS) senilai Rp 4,073 miliar pada 2020. Meski berbentuk menara pengeras suara, DWS adalah sistem peringatan dini untuk banjir.

"DWS ini akan memberikan informasi berupa suara petugas BPBD, yang dapat menjangkau hingga radius 500 meter. DWS ini akan beroperasi jika tinggi muka air telah berada pada Siaga III," jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi DKI Jakarta M Ridwan di Balai Kota Jakarta dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (17/1/2020).

BPBD DKI memiliki remote station untuk broadcasting warning station (stasiun peringatan dengan pengeras suara/speaker). Dari stasiun itulah kabar peringatan disebar menggunakan DWS dengan jaringan radio VHF. Saat ini sudah terpasang sebanyak 14 DWS.


Dari rincian total anggaran Rp 4,073 miliar, anggaran untuk enam set radio VHF menjadi yang paling besar, yakni Rp 3,122 miliar. Sedangkan anggaran untuk pengeras suara, 6 set (1 set berisi 4 speaker) 30W horn speaker buatan lokal, sebesar Rp 7,062 juta.

"Pengeras ini bukan Toa biasa karena bisa dipantau dari Pusdatin untuk langsung ke lokasi yang ada. Anggaran tersebut sudah ada di e-budgeting," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Muhammad Insyaf saat dihubungi, Selasa (14/1).


Jika dilihat secara teliti, menara DWS memiliki beberapa komponen. Bagaimana kecanggihan dan fungsi dari komponen tersebut?

Selanjutnya
Halaman
1 2