Anggota FPKS dan FPG Minta Kenaikan Elpiji Ditunda

Anggota FPKS dan FPG Minta Kenaikan Elpiji Ditunda

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2005 15:13 WIB
Jakarta - Kenaikan harga elpiji sebesar 41 persen panen protes dari kalangan anggota DPR. Kebijakan pemerintah ini dinilai tidak populer dan memberatkan rakyat.Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkifli Mansyah meminta pemerintah berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal dalam menaikkan harga elpiji."Kebijakan itu akan memberatkan masyarakat. Masak nggak populer terus kebijakannya. Tunda saja dululah," cetus Zulkifli di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2005). Menurut dia, FPKS sudah membentuk kelompok fraksi yang khusus mengkaji kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan elpiji pada 1 Januari 2006.Ketua Komisi VII Agusman Effendi Golkar menyampaikan hal yang sama. "Sebelum menaikkan, pemerintah harus transparan dulu berapa cost produksinya, karena elpiji merupakan kebutuhan pokok masyarakat luas," ujar Agusman.Kenaikan elpiji 41 persen ini akan berlaku pada Januari 2006. Dari harga Rp 4.250/kg akan naik menjadi Rp 5.550 hingga Rp 6.000/kg. Artinya, jika harga elpiji dengan tabung 12 kg saat ini berkisar antara Rp 51-55 ribu, maka awal Januari 2006 nanti harga elpiji bisa mencapai Rp 72 ribu. Itu pun kalau pasokannya aman alias tidak langka. Sebab, harga tersebut akan melangit jika stok elpiji langka di pasaran. (aan/)


Berita Terkait