Mendikbud Nadiem Minta Kualitas Cerita Sinetron Indonesia Ditingkatkan

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 19:23 WIB
Foto Mendikbud Nadiem Makarim: Grandyos Zafna
Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim tidak hanya menyoroti pendidikan, tapi juga tayangan sinetron Indonesia. Nadiem membuat catatan khusus untuk rumah produksi agar mengemas cerita yang berkualitas dengan mengandalkan rasa ingin tahu masyarakat.

Hal itu disampaikan Nadiem saat menjadi narasumber di acara Indonesia Millenial Summit (IMS) 2020 The Tribrata Jakarta, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). Nadiem menuturkan sinetron Indonesia harus mampu mengajak penontonnya untuk berfikir, menurutnya sinetron itu tidak selalu menghadirkan kisah inspirasi.

"Alangkah baiknya bisa mengajak masyarakat berfikir gitu loh. Nggak usah inspirasi deh, tapi paling tidak membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa meningkatkan curiosity (rasa ingin tahu) di masyarakat," ujar Nadiem.



Menurut Nadiem, cerita yang disajikan sinetron Indonesia saat ini tidak mementingkan cerita dan hanya mengandalkan rating. Oleh karena itu, Nadiem meminta agar seluruh rumah produksi sinetron bisa membuat cerita yang berbeda dan tidak berkutat di zona itu-itu saja.

"Kan selama ini ceritanya soal ada yang miskin jadi kaya, jatuh cinta, hal-hal yang masih kaya gitu levelnya di sini," kata Nadiem.



Sebagai Mendikbud, Nadiem mengaku memiliki mandat dalam mengembangkan budaya dan seni Indonesia. Dia berjanji akan terus berusaha meningkatkan kualitas dan akses kepada para pegiat seni nasional.

"Jangan lupa saya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saya punya mandat untuk mengembangkan budaya dan seni Indonesia," seru Nadiem diikuti gemuruh tepuk tangan pengunjung yang hadir.


Nadiem Ingin Sistem Pendidikan Diubah, Konsep 'Merdeka Belajar' Jadi Andalan


Selain itu, Nadiem juga menyampaikan niatnya untuk melakukan perubahan dalam sistem pendidikan. Dalam hal ini, Nadiem juga memperkenalkan konsep merdeka belajar. Konsep ini dinilai Nadiem bisa mengembangkan pola pikir anak-anak.

"Di dalam sekolah itu harus ada culture of learning dan culture of inovation. Jadi objektif dari sistem pendidikan Indonesia adalah menciptakan anak-anak yang growth mindset," tuturnya.

Nadiem menjelaskan 'Merdeka Belajar' adalah sebuah solusi yang akan memerdekakan unit pendidikan Indonesia. Menurutnya, lewat Merdeka Belajar akan ada fleksibilitas dari guru dan kurikulum pendidikan dalam menentukan apa yang terbaik bagi anak didik.

"Merdeka belajar adalah solusi yang akan memerdekakan unit pendidikan untuk melakukan inovasi dan berubah mindset culture kepada learning culture, bukan administrasi culture. Yang lebih terjadi sekarang adalah administrasi culture, bukan pembelajaran," jelas Nadiem.



Nadiem juga menuturkan jika perubahan paradigma di dunia pendidikan yang kini tengah dirinya upayakan lewat Merdeka Belajar tidak bisa menjadi tugas pemerintah semata. Harus ada peran serta dari semua kalangan, termasuk dari para orang tua dan perusahaan swasta.

"Merdeka belajar adalah call to action kepada seluruh masyarakat, untuk guru, sekolah, orang tua, dan company semua agar kita melihat definisi culture yang merdeka di dalam unit pendidikan kita," seru Nadiem.


Nadiem: Kinerja Itu Berdasarkan Ide Cemerlang, Bukan Pilihan Ganda

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zap)