Ketua MPR: Pelestarian Ragam Fauna Jadi Tanggung Jawab Semua Pihak

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 20:50 WIB
Foto: MPR
Jakarta - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang telah membuat bank sperma berbagai hewan, khususnya yang terancam punah. Melalui bank sperma ini, PKBSI bisa mengembangkan lebih lanjut agar kelestarian ekosistem fauna Indonesia tak punah.

Sebagai negara megadiverse yang menjadi tempat tinggal sebagian besar spesies bumi, Indonesia punya tanggung jawab moral agar 1.531 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi yang hidup di alam Indonesia, tak punah.

"Dahulu kita memiliki Harimau Jawa, Bali, dan Sumatera. Harimau Jawa dan Bali sudah punah, kini tinggal Harimau Sumatera yang keberadaannya pun terancam punah. Belum lagi keberadaan berbagai hewan lainnya yang juga terancam punah seperti Elang Flores, Jalak Bali, Badak Jawa, serta Gajah Sumatera," ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (17/1/2020).


"Selain menjaga ekosistem habitat asli mereka agar tak beralih fungsi, bank sperma seperti yang dilakukan PKBSI juga sangat penting. Pelestarian aneka ragam fauna Indonesia menjadi tanggung jawab semua pihak," imbuhnya.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan pengurus PKBSI, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta Kamis (16/1/2020). Dalam kesempatan itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membawahi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) agar tidak membuat regulasi yang menyulitkan para Lembaga Konservasi (LK) dalam melakukan pertukaran hewan antar LK.

Menurutnya, pertukaran hewan antar LK sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hewan yang mempunyai kualitas terbaik guna keperluan perkawinan. Sehingga bisa melahirkan hewan-hewan yang sehat yang akhirnya menjaga kelestarian.

"Keberadaan institusi negara seharusnya mempermudah kinerja masyarakat yang ingin berbuat baik memajukan kelestarian fauna yang menjadi kekayaan bangsa. Peraturan pertukaran hewan antar LK tetap diperlukan untuk memastikan hewan-hewan tersebut tak disalahgunakan. Namun jangan sampai peraturan yang dibuat malah menyulitkan dan berbelit," ungkapnya

Selain itu, Bamsoet juga meminta KLHK turut aktif terlibat mempromosikan pengembangan ecotourism. Menurutnya, Indonesia punya berbagai tempat wisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, dengan tidak melupakan aspek edukasi dan rekreasi.

"Promosi ecowisata ini yang harus digencarkan. Selain Gunung Gede Pangrango, kita juga punya Taman Nasional Komodo, Raja Ampat, Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Bunaken, dan masih banyak lagi lainnya," paparnya.


Bamsoet mengaku prihatin dengan pengembangan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang sejak 2014 mendapat banyak sorotan publik. Sebagai salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 15 hektare, KBS seharusnya mampu menjadi kebanggaan nasional melengkapi Taman Safari, Bali Zoo, maupun Sea World serta Jakarta Aquarium.

"Pengembangan KBS saat ini memang sudah lebih baik dibanding tahun 2014 lalu. Namun potensi pengembangannya masih sangat besar untuk dijadikan kebun binatang sekaligus lembaga konservasi yang fantastis. Karena itu, pihak KBS, Pemkot Surabaya, dan juga PKBSI, serta pihak-pihak lain yang diperlukan harus duduk bersama dan bekerja sama demi memajukan KBS. Lepaskan ego sektoral, kedepankan kepentingan bersama. Jika KBS maju, bukan hanya menjadi kebanggaan warga Surabaya, melainkan juga kebanggaan Indonesia," tandasnya.


Simak Juga "Miliaran Flora dan Fauna Asli Australia Hilang Akibat Kebakaran"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)