Skandal Jiwasraya Jadi Warning bagi Seluruh BUMN

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 19:29 WIB
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Jaksa Agung Burhanudin dan kinerja Kejaksaan Agung yang bergerak cepat dan tepat dalam menuntaskan skandal Jiwasraya. Kejaksaan Agung telah menetapkan, menangkap, dan menahan lima orang tersangka.

Adapun kelima tersangka tersebut antara lain Direktur Keuangan Jiwasraya 2013-2018, Hary Prasetyo; Direktur Utama Jiwasraya 2002-2018, Hendrisman Rahim; Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat; dan Pensiunan Jiwasraya, Syahmirwan.

"Pengusutan tak boleh berhenti sampai di situ. Pengembangan penyidikan harus tetap dilakukan oleh Kejaksaan Agung, karena tak menutup kemungkinan berbagai pihak dari luar Jiwasraya juga turut terlibat," ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (17/1/2020).


Pada prinsipnya, lanjut Bamsoet, siapapun yang terlibat, tanpa pandang bulu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Mengingat selain telah menyengsarakan rakyat pemegang polis, mereka juga telah membuat malu Indonesia lantaran memperburuk citra kinerja BUMN di mata internasional.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, penyelesaian skandal Jiwasraya dengan menyeret para pelakunya ke hadapan hukum merupakan tantangan yang tak mudah bagi Kejaksaan Agung. Hambatan maupun intimidasi dari berbagai pihak, kemungkinan besar akan terjadi.

"Kejaksaan Agung tak boleh gentar menegakkan hukum. Tak perlu takut dengan hambatan, tekanan, maupun intimidasi. Karena ada kekuatan rakyat yang jauh lebih besar mendukung Kejaksaan Agung. Buktikan kepada rakyat bahwa Kejaksaan Agung sangat bisa diandalkan dalam pemberantasan korupsi," tuturnya.


Ia juga mengingatkan pekerjaan rumah Kejaksaan Agung belum berhenti sampai penetapan, penangkapan, dan penahanan kelima tersangka saja. Kejaksaan Agung masih harus mengumpulkan berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara kelima tersangka. Jangan sampai karena lemahnya alat bukti, membuat kelima tersangka lolos dari jerat hukum di proses pengadilan.

"Skandal Jiwasraya menjadi warning bagi seluruh BUMN, khususnya yang bergerak di bidang usaha asuransi, agar tak main-main dalam mengelola uang rakyat. BUMN sebagai wajah Indonesia dalam mengelola bisnis usaha, sepatutnya menjadi kebanggaan nasional dihadapan internasional. Bukan malah membuat malu bangsa lantaran ketidakbecusan tata kelola manajemennya," pungkasnya.


Simak Video "Lagi! Kejagung Sita Mobil Hasil Korupsi Jiwasraya"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)