Pergeseran Peta Politik Setelah Jokowi Ingatkan Sandiaga 'Hati-hati 2024'

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 18:41 WIB
Foto: Alfons/detikcom
Jakarta - Pengamat politik, Hendri Satrio, memaklumi jika pesan 'Hati-hati 2024' yang diucapkan Presiden Joko Widodo ke Sandiaga Uno dimaknai sebagai sinyal politik. Saat nama Sandi disebut, jelas Hendri, publik akan kembali mengenang sosok Sandi yang pernah ikut bertarung di Pilpres 2019.

"Kalau kemudian diterjemahkan menjadi peta politik baru, ya, itu nggak apa-apa juga, sangat wajar. Kenapa? Karena terkait alasan kedua yaitu persepsi politik publik. Persepsi politik publik saat Pak Jokowi menyebut nama Sandiaga Uno maka yang terimbas itu dua," jelas Hendri kepada detikcom, Jumat (17/1/2020).


"Yang pertama, si Sandiaga Uno sendiri, popularitasnya jadi naik, elektabilitasnya jadi terkenang lagi. Orang akan ingat lagi sosok Sandiaga Uno yang pernah maju pilpres. Sebetulnya hal ini kejadian biasa," imbuh Hendri.

Disebutnya nama Sandiaga Uno oleh Jokowi, lanjut Hendri Satrio, membuat Anies Baswedan tak lagi sendirian dalam jajaran nama calon Presiden 2024 yang disebutkan publik. Hendri Satrio bahkan menyebut Sandi lebih berpeluang maju di Pilpres 2024 dibanding Anies.

"Hanya memang karena Sandiaga Uno sudah disebutkan namanya, maka artinya dia berada di jajaran calon presiden yang pernah disebutkan sebelumnya oleh publik. Siapa saja yang pernah disebut? Anies Baswedan sebelumnya. Setelah disebutkan Pak Jokowi, tidak berlebihan nama Sandiaga Uno berada di jajaran pilpres. Untuk 2024 sendiri, Sandiaga Uno lebih berpeluang maju ketimbang Anies," ungkap Hendri.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3