ACT Kirim Pangan hingga Rumah Darurat untuk Korban Konflik Suriah

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 17:10 WIB
Foto: Angga Laraspati
Jakarta - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan sejumlah program bantuan untuk meringankan derita penduduk Suriah akibat konflik yang kini masih berkecamuk. Salah satunya adalah pemberian berupa 1.000 paket pangan hingga rumah darurat yang akan diberikan kepada pengungsi Suriah.

Head of Global Humanity Response ACT Bambang Triyono mengatakan ACT memiliki sejumlah program dalam memberikan yang terbaik untuk kemanusiaan di Suriah.

"Kita memberikan 50 ton tepung terigu untuk bahan baku pembuatan roti yang nantinya akan diberikan kepada keluarga yang mengungsi. Selain itu kami juga memberikan peralatan musim dingin, emergency house seluas 24 meter persegi, dan 10 unit bus yang bersiaga untuk memobilisasi eksodus penduduk jika terjadi serangan," ujar Bambang saat konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Jumat (17/1/2020).


Bambang juga mengatakan warga Suriah banyak yang terpaksa harus pergi dari kampung halamannya karena konflik yang terjadi di Suriah. Sekitar 11,8 juta warga harus berpindah dari Suriah ke negara lain, seperti Eropa dan juga Turki.

"Sejak tahun 2011-2019 sebanyak 380.636 jiwa dan warga tereksodus keluar dari Idlib, dan dari Desember 2019 hingga Januari 2020 sebanyak lebih dari 350.000 jiwa tereksodus," tutur Bambang.

Lebih lanjut, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membela Bumi Syam Suriah sebagai bentuk tindak nyata dalam menghadapi krisis kemanusiaan global yang tengah terjadi.

"Jangan takut lagi untuk membantu saudara kita di Suriah. Hilangnya tempat tinggal, kondisi kesehatan yang memburuk dan cuaca yang ekstrim mencapai -10 derajat telah menambah derita para pengungsi di Suriah," ujar Ibnu.

"Jangan biarkan mata kita tertutup dan enggan membagikan kebahagiaan untuk saudara kita di Suriah," tambahnya.

Di sisi lain Dewan Syariah ACT Ustadz Amir Faishol Fath mengajak kepada masyarakat Indonesia lewat gerakan Rp 5.000 yang setidaknya dapat membantu pengungsi Suriah.


"Bayangkan jika setiap keluarga di Indonesia menyisihkan Rp 5.000 per anggota keluarga, setidaknya ada sekitar Rp 5 miliar yang bisa diberikan kepada pengungsi Suriah," ucap Amir.

Sebagai informasi, ACT telah hadir di Suriah sejak tahun 2012 dan sudah memberikan berbagai bantuan kepada pengungsi Suriah. Perang Suriah sendiri telah terjadi sejak Maret 2011 dan telah menewaskan ratusan ribu jiwa warganya. (akn/ega)