Usai Bertemu Wapres, Tokoh Irjabar Pahami Penundaan Pilkada
Jumat, 25 Nov 2005 14:04 WIB
Jakarta -
Sikap tokoh-tokoh elit Irjabar akhirnya melunak. Setelah ngotot tidak ingin pelaksanaan pilkada di wilayahnya ditunda, mereka akhirnya memahami keputusan pemerintah.Sikap lunak mereka terlihat setelah bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (25/11/2005).Rapat dihadiri pejabat Gubernur Papua Timbul Pujianto, Pangdam XVII Mayjen TNI George Toisuta, Kapolda Papua Irjen Pol Sumantiawan HS, Ketua DPRD Irjabar Jimy Demianus Ijie, dan Ketua KPUD Irjabar Regna Saway.Seyogianya Pilkada Irjabar akan digelar 28 November. Penundaan pesta rakyat daerah itu dilakukan sambil menunggu selesainya pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) yang akan menjadi payung hukum pemerintahan di Irjabar."Setelah kita adakan musyawarah dengan pimpinan daerah Irjabar, telah disepakati Irjabar telah memahami proses itu dan dapat menerima dan menggunakan proses itu," ungkap Kalla kepada wartawan.Namun, tokoh-tokoh Irjabar tidak begitu saja menerima keputusan pemerintah. Mereka memberikan catatan, yakni pemerintah pusat dan muspida harus mengawasi sebaik-baiknya agar proses itu berjalan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.Menurut Kalla, bila Perpu tersebut sudah selesai dibuat, maka pilkada di Irjabar akan segera dilaksanakan. Namun waktunya menunggu hingga proses pembuatan Perpu tersebut selesai, yaitu akhir Desember."Nantinya proses pilkada di Irjabar tidak berjalan dari awal lagi. Namun tinggal menunggu waktunya saja," kata Kalla lagi.Namun menurut sumber, rapat Kalla dan tokoh Irjabar menyimpulkan pelaksaan pilkada akan dilaksanakan minggu kedua Januari 2006.Mendagri M Ma'ruf yang ikut dalam rapat tersebut juga menyampaikan optimismenya Perpu Irjabar akan selesai akhir Desember. "Kita semua punya kepentingan kok agar pilkada cepat selesai," katanya.Optimisme yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Irjabar Jimy Demianus Ijie. Namun jika tidak selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan, pihaknya akan menagih kepada Kalla. "Saya optimis karena itu di-handle wapres, tertulis dan disepakati," tegasnya.Soal pembagian kursi otsus, Jimy berharap dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk. Yang paling penting, imbuhnya, Irjabar akan tetap hidup dari potensi yang dimilikinya."Sekiranya aset-aset itu diserahkan keseluruhan kepada kami, maka Irjabar bisa menyaingi Kaltim dan Riau," tandasnya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































