Soal Dana Teroris, Dubes Arab Saudi Klarifikasi ke Deplu
Jumat, 25 Nov 2005 13:49 WIB
Jakarta - Dugaan adanya diplomat asing yang terlibat pendanaan aksi teroris di Indonesia menimbulkan polemik baru. Sebab sejumlah diplomat Timur Tengah seperti Arab Saudi merasa gerah dan melayangkan surat klarifikasi ke Departemen Luar Negeri (Deplu)."Kemarin telah datang perwakilan Saudi Arabia dan diterima Direktur Kawasan Timur Tengah Deplu. Dalam pertemuan itu mereka menyatakan keprihatinannya terkait pemberitaan itu," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin saat media briefing di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2005).Mereka memandang tuduhan keterlibatan diplomat asing itu tidak ditunjang dengan data yang kredibel. Pemberitaan itu membuat diplomat asing resah dan membuat citra mereka di mata publik kurang baik. Padahal mereka sangat siap untuk bekerjasama memerangi terorisme dan mempunyai tujuan yang sama bahwa terorisme harus dibasmi secepat mungkin.Perwakilan itu juga menjelaskan bahwa dua warga negara mereka yang bekerja sebagai dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta diperiksa oleh polisi setelah bepergian dari Malang. Saat diperiksa itu, polisi merekam gambar dari kedua orang tersebut.Namun entah bagaimana rekaman itu muncul di salah satu media massa seolah-olah dua warga negara Arab Saudi ini terlibat dalam kegiatan terorisme. Padahal keduanya telah diklarifikasi sebagai dosen dan dibebaskan."Maka dalam kesempatan ini kami minta bahwa dua warga negara itu bukanlah teroris dan mereka hanyalah dosen," tegas Yuri.Dijelaskannya terkait informasi adanya penyandang dana dari Saudi Arabia untuk teroris, Yuri mengaku belum dapat informasi. "Sampai tadi pagi belum ada dokumen soal itu," jelasnya.
(san/)











































