Round-Up

Fakta-fakta Terbaru Pembunuhan Berencana Hakim Jamaluddin

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 07:07 WIB
Foto: Zuraida Hanum, otak pembunuhan sang suami, hakim Jamaluddin, saat menjalani rekonstruksi (Datuk Haris/detikcom)
Jakarta - Zuraida Hanum dan dua eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi menjalani rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin di tiga lokasi. Ada 77 adegan yang diperagakan para tersangka hingga terungkap fakta-fakta baru.

Rekonstruksi kedua digelar pada Kamis 16 Januari 2020. Ada tiga lokasi rekonstruksi yakni pertama rekonstruksi proses penjemputan eksekutor di Graha Johor atau Pasar Johor. Kedua rekonstruksi eksekusi hakim Jamaluddin di rumahnya dan terakhir rekonstruksi pembuangan jasad hakim Jamaluddin ke kawasan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Warga pun berduyun-duyun ingin menonton proses reka ulang tersebut.

Berikut fakta-fakta baru pembunuhan hakim Jamaluddin:

77 Adegan


Zuraida Hanum serta dua eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi menjalani rekonstruksi di 3 lokasi hari ini. Martuani menyebut ada 77 adegan dalam rekonstruksi.




"Jadi jumlah adegan di rumah ini 54. Dan nanti juga dilengkapi dengan pembuangan jasad korban. Jadi 77 adegan," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di Perumahan Royal Monaco, Jl Eka Surya, Medan Johor, Medan, Kamis (16/1/2020).

Perumahan Royal Johor merupakan tempat tinggal hakim Jamaluddin bersama keluarganya. Di lokasi ini Jamaluddin dihabisi.

Fakta-fakta Terbaru Pembunuhan Berencana Hakim JamaluddinFoto: Zuraida Hanum saat rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin (Datuk Haris Molana/detikcom)





Persiapan Eksekusi Jamaluddin


Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, eksekutor pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin menyiapkan diri sebelum eksekusi di dalam mobil istri Jamaluddin, Zuraida Hanum. Di mobil, dua eksekutor memakai sarung tangan dan masker.

Reka adegan jelang pembunuhan hakim Jamaluddin ini dilakukan di Graha Johor, Medan Johor, Kamis (16/1/2020). Di lokasi ini, Reza dan Jefri dijemput Zuraida Hanum untuk menuju rumah Jamaluddin. Pantauan detikcom di lokasi, dua eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin menggunakan jaket, sarung tangan dan masker.

Reza Fahlevi tampak memakai celana jins, kaos dan jaket warna hitam. Kedua eksekutor ini berada di kursi belakang mobil sedan yang dikendarai Zuraida Hanum. Dari lokasi ini, ketiganya menuju rumah Jamaluddin untuk melakukan eksekusi pembunuhan.




Otak pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin, Zuraida Hanum menyerahkan duit Rp 2 juta untuk dua eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi. Duit ini juga dipakai untuk membeli handphone sekali pakai. Handphone yang dibeli eksekutor langsung dibuang saat mayat hakim Jamaluddin ditinggalkan dalam mobil di Deli Serdang.

Skenario Sakit Jantung

Zuraida menyusun skenario pembunuhan hakim Jamaluddin. Dia awalnya menskenariokan suaminya mengalami serangan jantung.

"Skenario pertama adalah korban diskenariokan mati karena mengalami serangan jantung. Makanya mereka tidak menggunakan benda kekerasan, tapi hanya menggunakan bantal dan bed cover," ujar Martuani.

Skenario itu gagal karena ada luka lebam di muka hakim Jamaluddin setelah tewas dibekap bantal dan bed cover.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3