BNPB soal 'Bukan Toa Biasa' Rp 4 M: Sudah Sesuai Kebutuhan di Jakarta

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 06:40 WIB
Foto: Disaster Warning System milik Pemprov DKI (Dok. BPBD DKI)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan BPBD DKI Jakarta yang ingin menambah 6 alat Disaster Warning System (DWS) pada tahun 2020 senilai Rp 4,073 miliar kemungkinan merupakan pengembangan dari Early Warning System (EWS) bantuan Jepang tahun 2014. Menurut BNPB, alat tersebut memang terbilang cukup mahal.

"Ini kayaknya pengembangan EWS (Early Warning System) bantuan Jepang. Ini TOA seperti yang dipakai di Jepang, jadi memang mahal," kata Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo kepada wartawan, Kamis (16/1/2020) malam.



Agus mengatakan alat DWS tersebut dapat dikendalikan dari jakar jauh, alat tersebut pun seperti yang dipakai oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut Agus, alat DWS sudah sesuai dengan kebutuhan peringatan dini bencana yang ada di Jakarta.

"Bisa dikendalikan jarak jauh. Seperti sirene yang dipakai BMKG," ujar Agus.

"Sudah sesuai (kebutuhan di Jakarta), itu standar seperti di Jepang," tambahnya.



Tonton juga video PDIP Akan Undang BMKG hingga BNPB di Rakernas I:


Selanjutnya
Halaman
1 2