Cerita Menag Fachrul Lihat Kemeriahan Jelang Imlek di Dubai

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 22:21 WIB
Menag Fachrul Razi (Zunita/detikcom)
Menag Fachrul Razi (Zunita/detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bercerita pengalamannya berkunjung ke Dubai. Fachrul menilai penyambutan Imlek di Dubai, Uni Emirat Arab, luar biasa.

"Saya bawa oleh-oleh luar biasa kemarin di Dubai itu ada fountain park itu sangat besar, air mancur besar sekali dan jangan lupa saya terkejut juga ternyata lagunya lagu China," kata Fachrul di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

"Saya tanya kenapa lagu China? Ternyata karena ini menjelang Imlek, jadi negara Islam di pertunjukannya semua pakai bahasa China dan di sana Burj khalifa itu tulisan China," tambah Fachrul.



Dia lantas berkelakar orang-orang yang tidak mengerti atau punya pemikiran dangkal pasti menyebut Dubai aneh karena negara Islam menyambut perayaan Imlek dengan mewah. Namun, menurut Fachrul, itu salah satu cara toleransi antarumat beragama.

"Jadi kalau orang yang pemikirannya mereng-mereng (miring) agak bingung juga, 'Loh kok di negara Arab, Islam lagi kok tulisan China, lagunya lagu China.' Nah itulah dia mereka menghormati orang, menghormati agama, mereka mau mendekati Imlek ya dipasang lagu China," jelasnya.



Fachrul mengatakan alasan pemerintah Dubai melakukan itu ternyata untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke negaranya. Fachrul menyebut, jika suatu negara ingin menaikkan tingkat wisata, mereka juga harus menaikkan tingkat toleransi beragama.

"Itu saya hanya menunjukkan bagaimana penghormatan orang dan mereka memesan pada kami, kepada saya saat ambil foto (dia bilang), 'Anda jangan lupa Anda punya objek wisata, Anda punya proyek investasi, nggak akan ada orang mau datang kalau Anda tidak rukun dan damai dan jangan lupa wisatawan itu sebagian sangat besar itu nonmuslim.' Ternyata betul waktu malam kita foto lebih banyak bule, China, Jepang, gitu. Jadi kalau anda tidak tunjukkan toleransi dengan baik, pasti mereka nggak mau datang," pungkasnya. (zap/haf)