Kerap Naikkan Elpiji, Widya Purnama Diganti Saja!

Kerap Naikkan Elpiji, Widya Purnama Diganti Saja!

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2005 11:26 WIB
Jakarta - Kepemimpinan Widya Purnama di Pertamina punya satu citra mencolok: kerap menaikkan harga elpiji. Kali ini DPR akan menghadang rencana kenaikan elpiji 41 persen pada 1 Januari 2005. Pertamina harus audit keuangan, bahkan kalau perlu, Widya diganti saja."Hanya satu kata, kenaikan itu gila. Kita akan mendorong dilakukannya audit investigasi atas keuangan Pertamina, karena bisa jadi ada kebocoran dan inefisiensi, yang akhirnya dibebankan ke konsumen," cetus Anggota Komisi VII DPR RI Alvien Lie kepada detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (25/11/2005).Alvien menambahkan, kenaikan harga elpiji ini jelas sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurai konsumsi bahan bakar minyak."Ini kan merongrong strategi energi alternatif. Karena belum naik, maka rencana itu harus dihadang, jangan sampai lolos. Kalau perlu, direksi diganti saja. Selama Widya Purnama jadi Dirut Pertamina sudah beberapa kali elpiji naik terus," tegas dia.Dalam pandangan Alvien, yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sebenarnya tidak ada satu alasan yang menguatkan rencana kenaikan elpiji oleh Pertamina itu. "Selama ini elpiji kan sudah mengikuti harga pasar. Harga gas alam di dunia juga turun. Jadi saya tidak melihat adanya alasan kenaikan yang signifikan," tuturnya.Diyakini oleh dia, kenaikan harga elpiji ini lebih dikarenakan Pertamina ingin meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk itu DPR akan mendorong dilakukannya audit keuangan Pertamina, karena ditengarai ada inefisiensi di perusahaan minyak plat merah itu. "Jelas ini akan kami pertanyaan saat rapat dengan direksi," tegasnya. (san/)


Berita Terkait