Copot Wahyu Setiawan dari Komisioner KPU, DKPP: Sikapnya Khianati Demokrasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 19:00 WIB
DKPP menggelar sidang kode etik Wahyu Setiawan. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah mencopot Wahyu Setiawan dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). DKPP menilai tindakan Wahyu menerima suap penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR mengkhianati nilai-nilai demokrasi.

Anggota DKPP, Ida Budhiati, awalnya menjabarkan pertemuan Wahyu dengan orang suruhan politikus PDIP, Harun Masiku. Hal ini disampaikan saat sidang putusan pelanggaran etik Wahyu Setiawan.

"Namun rangkaian pertemuan dan komunikasi yang dilakukan teradu dengan Agustiani Tio Fidelina dan Saeful sebagai orang partai yang disebut teradu makelar dalam proses PAW berujung pada tertangkap tangannya teradu, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful pada tanggal 8 Januari 2020 hingga ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020 oleh KPK," ujar Ida di ruang sidang DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).


Ida menjelaskan, tindakan yang dilakukan Wahyu tersebut melanggar undang-undang. Ida memaparkan bahwa ada iktikad buruk Wahyu untuk mencari keuntungan pribadi.

"Meskipun status teradu sebagai tersangka terkena suap dan masih membutuhkan pembuktian melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum, namun rangkaian pertemuan dan komunikasi dalam usaha melakukan PAW anggota DPR yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan menunjukkan adanya iktikad buruk dari teradu dengan menggunakan wewenang untuk mendapatkan keuntungan pribadi atas penyalahgunaan jabatan," kata dia.

Ida menyebut seharusnya Wahyu menyadari bahwa setiap tindak-tanduk yang dia lakukan akan membawa nama KPU sehingga sikap buruk yang dilakukan Wahyu akan mencoreng KPU.



Tonton juga Anggota DKPP: KPU Terkesan Biarkan Kasus Wahyu Setiawan Terjadi :


Selanjutnya
Halaman
1 2