Cegah Perdagangan Orang, Grab Kolaborasi dengan KPAI & LPSK

Khoirur Riza - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 17:20 WIB
Foto: dok grab
Denpasar - Grab bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyelenggarakan Seminar Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Denpasar, Bali.

Seminar ini mengusung tema 'Anak sebagai Agen Perubahan Dalam Pencegahan Perdagangan Orang'. Seminar Pencegahan TPPO diikuti oleh Ketua OSIS dan perwakilan siswa SMA se-Denpasar.


"Dalam hal ini kami melihat dengan kejadian mitra driver kami yang membantu penyelamatan korban Child Traficking, terus kami lihat bahwa partner pengemudi itu adalah ujung tombak," kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

Selain itu, seminar ini juga untuk training kepada driver Grab yang dinilai bisa menjadi ujung tombak informasi.

"Karena kami bukan komunitas untuk tau gimana cara bicaranya, maka kami bekerja sama dengan KPAI dan LPSK supaya KPAI bisa mentraining mitra-mitra driver kami, sehingga mereka bisa tahu kalau misal curiga bagaimana cara bertanyanya," tambah Neneng.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Grab dapat berkolaborasi dalam inisiatif di bidang pencegahan dan pemberantasan TPPO. Ini merupakan bagian dari misi 2025 'GrabforGood' yang salah satunya merupakan upaya untuk mewujudkan layanan digital yang aman dan inklusif," jelas Neneng.

"Dengan memanfaatkan kapasitas teknologi, platform, dan kerja sama, Grab berkomitmen untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan. Jangkauan layanan aplikasi Grab di Indonesia sangat luas mencapai 234 kota dari Sabang sampai Merauke, diharapkan dapat menjadi entry point yang sangat penting untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual komersial anak," paparnya.

Sementara itu Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI Vennetia Danes sangat mendukung seminar yang diadakan oleh Grab Indonesia untuk mengurangi maraknya TPPO di Indonesia khususnya di daerah.

"Kami sangat bersyukur sekali karena ada perusahaan seperti Grab yang peduli terhadap perempuan dan anak terutama di TPPO, karena kita tahu bersama bahwa TPPO ini belum begitu banyak yang tau," kata dia.


Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah mengungkapkan kemitraan seperti ini menjadi penting. Menurutnya masalah TPPO dan kekerasan seksual terhadap anak khususnya eksploitasi seksual komersial anak hanya bisa diatasi melalui kerja sama yang erat antar berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara, Aparat Penegak Hukum, maupun Non-Pemerintah, dan dalam hal ini, dunia usaha.

"Kami yakin kemitraan dan seminar anti-TPPO dan kekerasan seksual terhadap anak ini akan sangat berguna untuk anak-anak yang menjadi pesertanya. Harapan kami, best-practice yang dimulai oleh Grab ini bisa dicontoh oleh pelaku usaha lain agar kegiatan serupa bisa berlangsung rutin sehingga menimbulkan dampak sosial besar di masyarakat," jelasnya.

Di tempat yang sama Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar mengatakan masalah TPPO dan kekerasan seksual terhadap anak mesti menjadi perhatian kita semua karena merekalah yang nanti akan jadi penerus dan masa depan bangsa. Namun tentu saja untuk bisa mengatasi serta mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak.


"Karena itu kolaborasi lembaga pemerintah seperti LPSK dan KPAI dengan Grab ini merupakan suatu kegiatan penting yang diharapkan terus berlangsung, baik di Denpasar maupun kota lainnya. Selama ini LPSK lebih banyak bermitra dengan Aparat Penegak Hukum, Penyedia Layanan, dan Perguruan Tinggi. Ini kali pertama langsung melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya perdagangan orang," tuturnya.

Livia juga memuji mitra pengemudi Grab di Bekasi yang tahun lalu pernah membantu penyelamatan seorang anak korban TPPO yang terlihat linglung saat minta diantarkan mencari alamat. Setelah mendapat informasi yang akurat dari pihak berwenang, mitra pengemudi tersebut kemudian mengantarkan korban sampai ke kantor LPSK di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur untuk mendapatkan perlindungan.

Dia berharap dengan pelatihan online melalui GrabAcademy ada lebih banyak lagi mitra pengemudi yang bisa berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan TPPO. (ega/ega)