BPBD DKI Bakal Pasang 'Bukan Toa Biasa' di Bukit Duri-Marunda

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 16:58 WIB
Foto: Disaster Warning System milik Pemprov DKI (Dok. BPBD DKI)
Jakarta - BPBD DKI Jakarta bakal menambah sistem peringatan bencana di enam lokasi rawan banjir. Sistem peringatan dini ini disebut BPBD DKI 'bukan toa biasa'.

"Ya betul (dipasang dekat kali), tapi ada juga yang dekat pemukiman warga. (Lokasi) Yang rawan banjir," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Muhammad Insyaf, Kamis (16/1/2020).



Adapun sistem peringatan dini (Disaster Warning System/DWS) tersebut berupa menara yang bakal mengumumkan peringatan bagi kawasan di bantaran kali jika pintu air sudah Siaga 3 atau waspada.

Satu menara DWS memiliki empat pengeras suara. Pengumuman peringatan dini dari DWS akan tersebar hingga radius 300 meter.

"Kurang lebih sampai 300 meter," ucap Insyaf.



Sebelumnya, BPBD DKI menganggarkan Rp 4,073 miliar untuk menambah 6 DWS pada tahun 2020. BPBD menyebut DWS bukan seperti pengeras suara atau toa yang umum ditemukan.

"Pengeras ini bukan Toa biasa karena bisa dipantau dari Pusdatin untuk langsung ke lokasi yang ada. Anggaran tersebut sudah ada di e-bugedting," ucap Insyaf.

Berikut enam lokasi yang akan dipasang DWS di tahun 2020:

1. Bukit Duri, Jakarta Selatan
2. Kebon Baru, Jakarta Selatan
3. Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat
4. Cengkareng Barat, Jakarta Barat
5. Rawa Terate, Jakarta Timur
6. Marunda, Jakarta Utara. (aik/haf)