Panglima-Kapolri Minta Aparat Profesional Hadapi Pilkada 2020 di Morotai

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 16:07 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beri arahan ke pasukan di Morotai, Maluku Utara (Foto: Rahel Narda Catherine/detikcom)
Morotai - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan kepada para personel TNI-Polri di Morotai, Maluku Utara. Dia menekankan sinergi antara TNI dan Polri untuk menciptakan stabilitas keamanan di pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020.

"Para prajurit TNI-Polri yang saya banggakan, kita saat ini masuk di awal 2020. Ada tugas besar yang harus kita laksanakan sama, (dengan) tugas yang kita laksanakan di tahun 2019, yaitu pilkada serentak," kata Hadi di GOR Poltak Simanjuntak Lanud Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara, Kamis (16/1/2020).


Hadi mengatakan seluruh personel TNI-Polri harus bisa profesional dalam menghadapi Pilkada serantak tahun 2020. Menurutnya, semua personel perlu mempersiapkan diri seperti di pemilu sebelumnya.

"Kita harus mempersiapkan diri sama dengan persiapan pada waktu pilkada serentak sebelumnya. Tentunya Polri dituntut profesional, TNI dituntut profesional untuk mendukung tugas Polri," ujar Hadi.

Selain itu, Hadi juga menyebut agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua yang memerlukan sinergi antara TNI-Polri. Dia meminta seluruh personel untuk dapat menciptakan stabilitas keamanan menjelang kegiatan tersebut.


"Berikutnya yang tidak kalah penting di wilayah Timur adalah adanya Pekan Olahraga Nasional, PON 2020. Kita harus ciptakan stabilitas keamanan di wilayah Papua. Supaya kegiatan Pekan Olahraga Nasional, PON 2020 bisa terlaksanakan dengan baik. Venue kita amankan di Timika dan Sentani. Harus kita sukseskan," ujar Hadi.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan adanya potensi gangguan alam Indonesia tahun 2020, seperti hujan besar dan kemarau. Hadi ingin seluruh personel siap siaga saat menghadapi bencana tersebut.

"Di akhir Januari sampai dengan Februari akhir akan terjadi hujan lebat menurut perkiraan. Sehingga kira-kira apa akibat dari hujan lebat tersebut? Tanah longsor, banjir, sehingga satuan-satuan terkecil di bawah TNI-Polri harus disiagakan. Perahu-perahu karet, makanan-makanan siap saji, baju-baju kering siap pakai, tenda, obat-obatan," ucap Hadi.

"Setelah kita dicoba (hujan), menurut prediksi bahwa hujan berakhir Februari. Setelah Februari terjadi kekeringan. Jadi terjadi musim kemarau panjang yang terjadi adalah kekurangan air, gagal panen, harus kita siapkan semuanya," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2