Cerita Gurandil soal Sosok di Balik Tambang Emas Ilegal TNGHS

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 13:44 WIB
Lokasi penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (Foto: Istimewa)
Lebak - Dalam sehari, penambang emas ilegal atau gurandil bisa menggali ratusan karung batu isi kandungan emas di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Lebak, Banten. Setelah diolah, satu karung menghasilkan sedikitnya 2-5 gram emas yang dijual Rp 300 per gram.

Seorang gurandil yang minta dipanggil Pak Haji bercerita soal pemodal yang bebas memilih lubang tambang di TNGHS asal bisa membiayai para penambang. Setelah menggali dan menemukan yang disebut urat emas, mereka bisa memanen emas setiap hari.

Praktik ini sudah terjadi puluhan tahun dan diketahui setiap orang, termasuk pemerintahan daerah. Dia tahu praktik ilegal ini dilindungi. Bahkan kadang datang oknum ke lokasi tambang dan meminta jatah perlindungan.

"Memang bos (pemodal) ada beking, duka saha (nggak tahu siapa), cuma didinya (di situ) tetep, aya jeung jatah (ada jatah) muspika (musyawarah pimpinan kecamatan), atu muspika kacepretan (kebagian)," kata Pak Haji yang tak ingin identitas lengkapnya disebutkan kepada detikcom, Kamis (16/1/2020).

Satu lubang tambang emas, menurutnya, bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Bahkan ada lubang tambang yang dalamnya sampai 1 kilometer. Kadang penambang satu sama lain bertemu di dalam lubang.


Cerita Gurandil soal Sosok di Balik Tambang Emas Ilegal TNGHSLokasi penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (Foto: Istimewa)

Tambang yang lokasinya di pegunungan taman nasional dihuni oleh ratusan orang. Aktivitas penambangan dilakukan sehari semalam bagai di pasar. Lokasi-lokasinya ada di Cikatumbiri, Cimari, Cisoka, Lebak Pari, Cibuluh, CIkatumbiri di Citorek, dan Gang Panjang, Gunung Masigit.

Di lokasi-lokasi ini, kadang datang oknum yang dia sebut orang dari muspika, termasuk dari kehutanan. Mereka mendatangi bos-bos tambang dan kadang meminta jatah. Begitu pulang, mereka selalu diselipi amplop.

"Orang-orang muspika datang, kadang-kadang orang suruhan. Atu geus teu aneh (nggak aneh), orang-orang di lapangan mah nggak aneh. (Dikasih) rokok, amplop, saya beurang-peuting (siang-malam) di tambang emas," ujarnya.

Cerita Gurandil soal Sosok di Balik Tambang Emas Ilegal TNGHSLokasi penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (Foto: Istimewa)
(bri/fdn)