Di-Bully 'Penakut' Bareng Prabowo, Luhut Cerita Hampir Mati di Perang

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 13:37 WIB
Foto ilustrasi: Luhut Pandjaitan dan Prabowo Subianto (20detik)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan merasa sedih karena dirinya dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi sasaran perundungan (bully). Mereka di-bully sebagai penakut lantaran dinilai tak berani melawan pihak China yang masuk ke Perairan Natuna.

Luhut kemudian menuangkan curahan isi hatinya di Facebook. Lewat akun bercentang birunya, Luhut menyampaikan tulisan berjudul 'Teori Clausewitz Tentang Perang'. Lewat teori itu, dia percaya bahwa perang adalah jalan terakhir dan diplomasi damai harus dikedepankan. Namun respons publik dinilainya tidak seperti yang diharapkan.



"Lebih menyedihkan lagi ketika saya dan Menhan RI Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan yang bernada menyejukkan, kami di-bully sebagai 'penakut'," kata Luhut, dikutip detikcom, Kamis (16/1/2020).

Dia juga keberatan dengan pemberitaan yang menyindir karier dan korpsnya. Sebagaimana diketahui, Luhut adalah Jenderal Purnawirawan TNI dan di masa lalau pernah berperang di Timor-Timur. Menurutnya, masa lalunya itu tak relevan bila dihubungkan dengan isu Natuna saat itu.



"Saya sedih karena serangan tersebut masuk wilayah pribadi, dan melenceng dari pokok permasalahan. Apakah mereka tahu bahwa saya sebagai seorang prajurit pernah berperang dan pernah hampir mati karena perang?" kata Luhut.
Selanjutnya
Halaman
1 2