Kejagung Minta PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Terkait Jiwasraya

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 11:58 WIB
Komisi III DPR rapat bersama Kejaksaan Agung bahas kasus Jiwasraya (Foto: Zhacky/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menyebut pihaknya meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri aliran uang mencurigakan terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya. Selain itu, Kejaksaan Agung juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan audit forensik.

"Kami sudah mengajukan surat permohonan kepada PPATK untuk dilakukan penelurusan transaksi yang mencurigakan terhadap pihak-pihak terkait, baik internal maupun eksternal PT Asuransi Jiwasraya," kata Burhanuddin dalam rapat kerja di Komisi III DPR, gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

"Kami sudah mengajukan surat permohonan kepada OJK untuk dilakukan pemeriksaan audit forensik dalam penyidikan perkara a quo," imbuhnya.


Dalam raker dengan Komisi III DPR, Burhanuddin memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Kejagung dalam penanganan kasus Jiwasraya. Berikut paparan Burhanuddin:

1. Tim penyidik telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan. Telah memeriksa sebanyak 130 orang saksi dan dua orang ahli.

2. Penyidik juga telah mengajukan permohonan perhitungan kerugian keuangan negara kepada BPK RI dan pada kesempatan yang lalu kami bersama-sama dengan tim penyidik serta BPK telah melaksanakan ekspos dengan kesimpulan ekspos sebagai berikut:

Satu, telah terjadi penyimpangan dalam penjualan produk JS Saving Plan dan investasi saham dan reksa dana yang mengakibatkan kerugian negara pada PT Asuransi Jiwasraya.

Dua, perhitungan kerugian keuangan negara akan dilakukan secara simultan dengan pemeriksaan investigasi.

Tiga, penyidik Kejagung dan tim pemeriksa BPK sepakat berkoordinasi untuk penyediaan bukti-bukti yang diperlukan dalam rangka perhitungan kerugian negara.



Diperiksa Kejagung Terkait Jiwasraya, Direktur Sinarmas AM Bungkam!:


Selanjutnya
Halaman
1 2