Menyoal Legalitas Penyitaan Aset dan Ratusan Miliar Uang Member MeMiles

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 11:23 WIB
Uang ratusan miliar milik masyarakat anggota MeMiles disita polisi (hilda/detikcom)
Jakarta - Polda Jatim menetapkan 4 tersangka bos MeMiles dengan sangkaan melanggar UU Perdagangan dan UU Perbankan. Selain itu, polisi menyita puluhan kendaraan dan ratusan miliar uang member MeMiles. Bagaimana legalitas penyitaan itu?

Dalam kasus MeMiles, Polda Jatim tidak mengenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang kepada Kamal Tarachand dkk. Sehingga penyitaan uang member harus hati-hati. Sebab, bisa saja member yang keberatan dengan penyitaan aset itu melakukan perlawanan hukum ke pengadilan.

"Uang member kan bukan uang kejahatan," kata pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/1/2020).

Penyitaan diatur dalam Pasal 39 KUHAP, yaitu berbunyi:

(1) Yang dapat dikenakan penyitaan adalah :

a. benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagian diduga diperoleh dari tindakan pidana atau sebagai hasil dari tindak pidana;

b. benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk mempersiapkannya;

c. benda yang dipergunakan untuk menghalang-halangi penyidikan tindak pidana;

d. benda yang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana;

e. benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan.


Dari lima butir di atas, penyitaan uang member MeMiles paling mungkin hanya berdasar butir e yaitu 'benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan'.

"Polisi baru melihat dari legalitas perdagangan dan perbankan, tapi kalau bisa dibuktikan untuk kegiatan lain baru potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)-nya," ujar Hibnu.

Soal penyitaan aset ini pernah berakhir buruk di kasus First Travel. Miliaran rupiah uang jemaah di First Travel raib dan malah sebagian dirampas negara. Jemaah yang memiliki aset tersebut malah tidak jadi berangkat umrah.

"Artinya kesigapan dari penyidik sangat menentukan, agar aset-aset tidak dipindahkan," ujar Hibnu.

Sebagaimana diketahui, polisi menyita total Rp 122 miliar dan 23 mobil dari investasi bodong yang dijalankan PT Kam and Kam. Apa alasan polisi menyita aset-aset MeMiles tersebut?

"Sejauh ini upayanya adalah karena kita prioritasnya upaya penyelamatan aset, bentuk upaya penegakan hukum yang kita lakukan untuk melakukan penyitaan terhadap barang tersebut. Untuk apa? kembali lagi ini semua punya member ya, bukan punya PT Kam and Kam," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.



Tonton video Soal Investasi Bodong MeMiles, Ello Menyebut Dirinya Korban:

[Gambas:Video 20detik]



(asp/aan)