Rakyat Menjerit Elpiji Naik 41%
Jumat, 25 Nov 2005 08:20 WIB
Jakarta - Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah ini cocok menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang golongan ekonominya menengah ke bawah. Belum lepas beban kenaikan BBM, kini masyarakat akan ditiban lagi beban baru yakni kenaikan harga elpiji. Tidak tanggung-tanggung naik sekitar 41 persen. Duhh....Kenaikan ini akan mulai berlaku pada Januari 2006. Dari harga Rp4.250/kilogram akan naik menjadi Rp 5.550 hingga Rp 6.000/kilogram. Artinya, jika harga elpiji dengan tabung 12 kg saat ini berkisar antara Rp 51-55 ribu maka awal Januari nanti harga elpiji bisa mencapai Rp 72 ribu. Itu pun kalau pasokannya aman alias tidak langka. Sebab, harga tersebut akan melangit jika stokelpiji langka di pasaran.Tadinya, Pertamina berencana menerapkan harga baru elpiji ini pada Oktober lalu. Namun karena bersamaan dengan kenaikan harga BBM yang gila-gilaan, harga elpiji pun urung dinaikkan.Entah dirasa pas atau tidak untuk kondisi masyarakat yang sedang susah sekarang, Pertamina akan mengeruk keuntungan dari kenaikan ini Rp 100-Rp 200/kg. Pertamina berdalih merugi selama ini jika harga elpiji tidak dinaikkan. Untuk September lalu, kerugian dilansir mencapai Rp 27 miliarMenurutnya, kenaikan harga gas elpiji ini tidak bisa dihindarkan, karena Pertamina rugi terus. Pada September lalu saja, kerugian mencapai Rp 27 miliar. Belum lagi permintaan gas elpiji terus naik 4,7 persen. Pada 2003, permintaan hanya Rp 1.025.870 metrik/ton. Namun dua tahun berikutnya naik menjadi Rp 1.029.000 metrik/ton dan 1.098.000 metrik/ton.Sejumlah keluhan dari masyarakat pun bermunculan menanggapi rencana ini. Seorang PNS di Lampung, Ina Asmi Karniati, mengaku kenaikan ini akan makin memberatkan beban hidupnya. "Gaji baru rencana naik, tapi kok elpiji juga ikut-ikutan sih," cetusnya.Ia meminta Presiden SBY menolak keinginan Pertamina tersebut. "Kalau memang kebijakan ini diteruskan artinya pemerintah memang menginginkan masyarakat menjadi miskin, tidak ada yang sejahtera," ujarnya.Linda, seorang PNS di Jakarta, juga mengeluhkan hal yang sama. "Gila bener nih. Beban ke rakyat kok gak henti-hentinya nih," kata Linda kepada detikcom, Jumat (25/11/2005).Seharusnya, ujar Linda, pemerintah tidak asal main menaikkan harga elpiji. "Lihat-lihat dulu dong kalau mau naikin harga. BBM kan baru naik, kok elpiji juga mau dinaikkan. Ini sih namanya membunuh secara pelan-pelan," tandasnya Ibu Nana, pemilik warung makan di daerah Petamburan, Jakarta Pusat, mengaku berpikir-pikir akan beralih ke minyak tanah dan menaikkan hargajual makanannya. "Kalau memang mau dinaikkan ya mau gimana lagi, paling ya ganti sama minyak tanah dan naikkan harga deh," ucapnya.Anda punya pendapat lain? Sampaikan komentar Anda ke redaksi@staff.detik.com.Terkait:Harga Elpiji Naik 41% Awal 2006
(ton/)











































