372 Ribu Perserta BPJS Turun Kelas Gara-gara Iuran Naik, Wapres: Tak Masalah

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:01 WIB
Wapres Ma'ruf Amin (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menanggapi 372 ribu peserta BPJS yang memilih turun kelas karena iuran mengalami kenaikan. Menurut Ma'ruf, hal tersebut bukanlah sebuah masalah.

"Saya pikir yang kenaikan terus apa itu mungkin tidak banyak itu saya kira. Menurut saya, tidak menjadi masalah kalau orangnya memang mau turun kelas ya sesuai dengan kemampuannya. Saya kira nggak ada masalah," kata Ma'ruf di kantor Wapres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan para peserta berhak menurunkan kelasnya dan menyesuaikan dengan kemampuan mereka. Ma'ruf pun tidak khawatir jika nantinya hal ini justru timbulkan penumpukan di satu kelas.


"Pertama kan jumlahnya tidak terlalu signifikan. Kedua, kan sudah diatur pelayanan kesehatan itu berjenjang, dari layanan kesehatan tingkat pertama kemudian baru tingkat lanjutan. Nah, biasanya kan kalau antrean panjang itu kalau ngumpul, tidak melalui jenjang," sambungnya.

Ma'ruf menyebut jumlah peserta BPJS yang memilih turun kelas tidaklah signifikan dan pelayanannya memang harus berjenjang. Dia juga mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan fasilitas pelayanan BPJS ini.

"Ketiganya, pemerintah terus menambah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan. Jadi menurut saya tidak masalah," ucap Ma'ruf.

Selanjutnya
Halaman
1 2