Bertemu Ketua DPR Australia, Puan Bicara Rencana Pemindahan Ibu Kota RI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 14:28 WIB
Foto: Ketua DPR Puan Maharani (Dok. Istimewa)
Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua DPR Australia Tony Smith. Puan membicarakan keinginan pemerintah RI memindahkan ibu kota negara.

"Kami juga menyampaikan keinginan pemerintah Indonesia untuk bisa memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Australia melalui Canberra memiliki pengalaman atau sejarah tentang hal ini," kata Puan usai bertemu dengan Smith di Australia seperti dalam keterangannya, Rabu (15/1/2020).

Pertemuan Puan dengan Smith berlangsung pada Selasa (14/1) waktu setempat. Puan mengatakan sejarah pemindahan ibu kota Australia ke Canberra akan dijadikan salah satu bahan pertimbangan sebagai masukan untuk membuat RUU Ibu Kota Baru oleh DPR RI, karena proses pemindahan ibu kota Australia dinilai tidak mudah dan memakan waktu yang lama.


Puan mengungkapkan pembangunan ibu kota Australia, Canberra, dilakukan sejak 1913, namun hingga kini masih belum selesai. Politikus PDIP itu menyebut proses pemindahan ibu kota memakan waktu lama karena butuh pertimbangan yang matang.

"Ditanya kapan selesainya, Pak Smith mengatakan 'never'. Bukan tidak akan selesai, namun pembangunan ibu kota itu memang membutuhkan waktu yang lama dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan mengikuti perkembangan zaman," ujar Puan.

Puan mengatakan selain sejumlah negara lain, Australia juga menjadi salah satu rujukan bahan pertimbangan dalam pemindahan ibu kota Indonesia. Proses seperti di Canberra, kata Puan, akan dikaji dan dijadikan contoh untuk pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur.

"Kita akan coba kaji untuk dijadikan sebagai contoh. Jadi saya akan meminta kepada pemerintah untuk bisa mempertimbangkan secara matang seperti yang sudah dilakukan Canberra yang kemudian menjadi ibu kota negara," ungkapnya.


Puan juga secara khusus menyampaikan keprihatinan dan bela sungkawa atas meninggalnya banyak korban dalam kebakaran di Australia. Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan kesediaannya untuk membantu mengatasi kebakaran hebat yang melanda negeri Kanguru tersebut.

Selain itu pertemuan itu juga membicarakan soal rencana kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Australia pada Februari 2020 mendatang. Jokowi direncanakan juga akan berkunjung ke Gedung Parlemen Australia di Canberra.

"Karena itu sebelum kedatangan Presiden, kami mengharapkan ratifikasi dari pihak Indonesia juga sudah selesai. Dengan begitu, kerja sama antara Indonesia dan Australia bisa diperkuat dan ditingkatkan," ujar Puan.

Untuk diketahui, pertemuan Puan da Smith dilakukan di sela pertemuan tahunan Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) ke-28 di Kompleks Parlemen Australia, Canberra. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Charles Honoris dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo turut hadir. (azr/gbr)