Tangani Teroris, Indonesia-Pakistan Teken Kerjasama Intelijen
Jumat, 25 Nov 2005 00:26 WIB
Islamabad - Belajar dari pengalaman. Itulah yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menangani teroris. Untuk membongkar jaringan teroris, pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Pakistan dalam bidang intelijen.Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di Istana Aiwan E Sadr, Islamabad, Pakistan, Kamis (24/11/2005) pukul 19.00 waktu setempat. Turut menyaksikan penandatangan kerjasama ini yakni Presiden Pakistan Pervez Musharaf dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.Usai perhelatan tersebut, Musharaf mengatakan kerjasama ini termasuk mencari keberadaan pelajar asal Indonesia yang terkait teroris. "Tentu saja kita akan membantu mengejar dan menangkap mereka yang diduga ada kaitan dengan teroris," jelasnya kepada wartawan termasuk Luhur Hertanto dari detikcom.Ia menegaskan, meski ada kerjasama ini, Pakistan tidak akan membedakan perlakuan terhadap WNI yang ingin melanjutkan studi. Musharaf mengaku ingin meningkatkan kerjasama bidang pendidikan termasuk pertukaran mahasiswa. Sementara Presiden SBY menambahkan selain di bidang intelijen, kerjasama juga dilakukan pada bidang produksi bersama peralatan pertahanan. "Pemerintah Indonesia dan Pakistan akan membentuk tim teknis menindaklajuti kesepakatan ini," tutur SBY.Saat ini, tercatat sedikitnya 300 mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh di berbagai universitas di Pakistan. Kasus pelajar asal Indonesia yang diduga terkait teroris pernah mencuat di Pakistan. Dia adalah Gun Gun Rusman Gunawan, adik kandung Hambali, yang kini divonis 4 tahun penjara.
(ton/)











































