Pesantren Jangan Pernah Ajari Terorisme
Kamis, 24 Nov 2005 23:58 WIB
Yogyakarta - Forum Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kedu (P4SK) menjamin Pondok Pesantren (Ponpes) bukan merupakan sarang para teroris. Sebab, pesantren tidak pernah mengajarkan dan membenarkan aksi terorisme. "Kita tidak membenarkan cara-cara seperti itu. Ponpes itu bukan sarang teroris tapi sebagai tempatpendidikan dan pembelajaran," kata KH Abdurrahman Chudhori, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Kabupaten Magelang dalam acara pengajian di Pondok Pesantren Nidaaul Jannah, Cambahan, Nogotirto Kecamatan Gamping Sleman, Kamis(24/11/2005).Ia mengatakan tidak pada tempatnya bila pesantren mengajarkan terorisme yang sangat bertentangan dengan Islam itu. Cara yang dilakukan para teroris dengan bom bunuh diri itu yang mengatasnamakan agama itu tidak benar. "Sekali lagi, itu bukan cara yang benar jalan untuk mati syahid. Cara-cara seperti itu berarti tidakmemahami ajaran Islam secara benar," kata Mbah Dur panggilan akrabnya. Menurut dia, bunuh diri adalah tindakan dosa. Apalagi melakukan bunuh diri kemudian ada korban nyawa orang lain yang tak berdosa dan tiak punya kepentingan apapun. "Itu sudah konyol dan salah. Jadi, dosanya double," tegas dia.Mbah menegaskan para pengasuh ponpes yang tergabung P4SK berusaha mencegah agar ponpes tidak menjadi bahan tudingan sebagai tempat sarang teroris atau mengajarkan terorisme. Semua ponpes yang tergabung dalam P4SK itu adalah pesantren yang berbasiskan Nahdlatul Ulama (NU) sehingga tidak akan mungkin menjadi sarang teroris atau mengajarkan radikalisme. "Saat ini kita perlu membantu pemerintah mengatasi masalah itu. Selama ini ponpes yang berbasis NU berusaha mendidik santri belajar agama secara benar bahwa Islam itu agama rahmatan lil alamin," demikian Mbah Dur.
(ton/)











































