Anthrax Diduga Jangkiti Ternak di Sumut
Kamis, 24 Nov 2005 22:20 WIB
Medan - Seekor sapi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menderita sakit dengan gejala mirip anthrax. Namun, sejauh ini kepastian masih belum diperoleh. Sebab, pengambilan sampel darah belum dilakukan.Sapi sakit ini milik Tumiran (47) warga Lingkungan VI, Kelurahan Sudirejo Kecamatan Dolok Masihul sekitar 40 km dari kota Medan. Sapi berwarna coklat itu memiliki bintik atau tutul hitam disekujur tubuhnya, ada beberapa benjolan dekat kaki, dan kulit mengelupas mirip kudis."Sejak saya beli beberapa bulan lalu, sapi ini sudah sakit seperti ini cuma belum parah. Dulu masih gemuk, tapi koq sekarang sudah kurus" kata Tumiran kepada wartawan di kediamannya, Kamis (24/11/2005).Pada hari Rabu kemarin (23/11/2005), mantri kesehatan dari kantor kecamatan sudah datang dan melihat kondisi sapi tersebut. Dan direncanakan akan dilakukan pengambilan sampel darah pada hari ini. Tetapi ternyata Tumiran, pada Rabu sore, menjual sapinya kepada penampung di Batang Kuis, dekat Medan untuk selanjutnya akan dipotong. Namun akhirnya transaksi jual beli itu dibatalkan. Atas permintaan pihak kecamatan, sapi ini dikirim kembali ke kandang Tumiran, hari ini (24/11/2005)."Padahal kita sudah pertegas Tumiran supaya sapinya tidak dijual atau dipotong, karena harus diperiksa dulu penyakitnya," kata PLT Camat T. Saragih.Sementara Cipto, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sergai mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah sapi Tumiran terkena anthrax atau tidak, karena masih dalam pemeriksaan.
(fay/)











































