Mesin Waktu

Hukuman Bagi Pembantai 100 Muslim di Desa Ahmici

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 20:01 WIB
Foto: Ahli forensik sedang memeriksa sebuah kuburan massal di Bosnia (AFP)
Jakarta - Tepat pada hari ini, dua dasawarsa yang lalu, Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas negara Yugoslavia yang digelar di Den Haag, Belanda menjatuhkan hukuman atas lima warga Krosia. Mereka terbukti bersalah atas peristiwa genosida atas 100 Muslim Bosnia pada 16 April 1993 di desa Ahmici.

Terungkapnya pembantaian tersebut atas inisiatif pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memutuskan untuk masuk ke desa tersebut setelah menerima laporan adanya dugaan penembakan atas warga sipil tak bersenjata.

Pasukan PBB dari Cheshire Regiment, Angkatan Darat Inggris yang tiba di lokasi menemukan bangunan masjid yang dihancurkan. Sejumlah rumah hangus terbakar sampai rata dengan tanah. Nyaris tidak ada tanda-tanda kehidupan. Namun "bau" kematian ada di setiap penjuru desa. Bangkai hewan-hewan peliharaan yang dibunuh dibiarkan tergeletak di jalan-jalan desa.

Pasukan Inggris yang dipimpin Letnan Kolonel Bob Stewart memeriksa satu per satu rumah. Mereka menemukan hal mengerikan di sebuah rumah yang terbakar. Jenazah satu keluarga termasuk anak-anak kecil dalam kondisi mengenaskan. Kondisi hampir serupa juga ditemui di sejumlah rumah lainnya. Evakuasi dilakukan berhari-hari di tengah ancaman para penembak jitu. Sebanyak 103 jenazah ditemukan, 33 diantaranya perempuan dan anak-anak.

Kelompok milisi bersenjata etnis Kroasia yang bernama "Joker" dituding berperan dalam pembantaian itu. Anggota kelompok ini punya ciri mengenakan kemeja hitam. Mereka membangun reputasi sebagai "pasukan operasi khusus" melalui penggunaan kamuflase dan persenjataan canggih.
Selanjutnya
Halaman
1 2