Polisi: Istri yang ML di Dekat Suami Tak Laporkan Pembacokan

Faruk Nickyrawi - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 12:19 WIB
Ilustrasi Selingkuh (Andhika/detikcom)
Sumbawa - AP membacok istrinya, SU, yang kedapatan bercinta dengan pria lain di rumahnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun AP masih berkeliaran bebas karena kasus pembacokan tersebut tak dilaporkan secara resmi.

Menurut polisi, SU enggan melaporkan suaminya karena alasan masih sayang. Di sisi lain, AP juga tak melaporkan perselingkuhan yang dilakukan istrinya ke polisi.

CAN, pria yang diduga berselingkuh dengan SU pun akhirnya tak ditindak polisi. CAN saat ini diamankan polisi untuk menghindari aksi main hakim sendiri karena SU dan keluarganya masih ingin melampiaskan kemarahan atas perselingkuhan yang terjadi.


"Memang istrinya (korban) ini masih sayang sama suaminya, dia tidak melaporkan suaminya. Suaminya juga belum melaporkan secara resmi, makanya untuk tersangka teman ML (making love atau bercinta) istrinya itu hanya diamankan di PPA sini, karena situasi mulai memanas dari keluarga-keluarga kedua belah pihak memanas dan takut main hakim sendiri," ungkap Kapolsek Alas Sumbawa, Kompol Nurdin, kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

"Intinya istrinya tidak melaporkan pembacokan suaminya," tambahnya.



Dikatakan Nurdin, kondisi korban SU sudah berangsur membaik. Namun SU masih di RSUD Sumbawa untuk menjalani perawatan atas luka jari telunjuknya yang terputus dan pergelangan tangannya yang terluka.


Sebelumnya diberitakan, perselingkuhan SU dengan CAN terjadi pada Jumat (10/1) dini hari. Perbuatan bejat itu dilakukan di samping AP yang sedang tertidur.

Memergoki istinya ditiduri pria lain, AP pun gelap mata. Dia menganiaya istrinya. Akibatnya, SU mengalami luka parah. Informasi yang dihimpun, si istri mengalami luka di pergelangan tangan, urat tandonnya putus, dan jari telunjuk kanannya juga putus. Paha kanannya terluka akibat tebasan senjata tajam. AP dilarikan ke puskesmas terdekat hingga kemudian dirujuk RSUD Sumbawa untuk mendapatkan perawatan medis. (jbr/jbr)