KPK Ngaku Tak Khawatir Kecolongan Saat Geledah: Kami Sudah Antisipasi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 11:59 WIB
Penggeledahan KPK di ruang kerja komisioner KPU Wahyu Setiawan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Imbas aturan baru, tim KPK membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan penggeledahan. Namun KPK berkelit dan menyatakan persoalan seperti itu sudah diantisipasi.

Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, yang merupakan UU baru KPK hasil revisi, disebutkan keharusan izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK bila penyidik hendak melakukan penggeledahan dan penyitaan. Untuk perkara suap yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan, KPK setidaknya baru melakukan penggeledahan pada Senin (13/1) kemarin sejak penetapan tersangka pada Kamis (9/1) malam.

Apakah KPK tidak khawatir bukti-bukti yang berada di lokasi yang digeledah sudah raib lebih dulu?




"Kami tidak melihatnya dari sisi itu karena tentu ada pertimbangan-pertimbangan strategis dari penyidik bagaimana kemudian bisa menyikapi adanya hal-hal... kami sudah mengantisipasinya," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Senin (13/1) malam.

Pada Senin kemarin, tim KPK menggeledah kantor KPU yang sudah lebih dulu disegel. Namun ada satu lokasi, yaitu kantor DPP PDIP, yang tidak jadi disegel KPK. Ali mengaku akan melihat perkembangan lanjutan berkaitan dengan hal itu.

"Kemudian di gedung DPP PDIP yang tidak jadi, tentu kita akan tunggu perkembangan ya tempat-tempat yang kemungkinan akan dilakukan penggeledahan untuk cari dokumen ataupun mencari hal-hal lain untuk pembuktian para tersangka," kata Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2