Azahari Disuplai Dana US$75 Ribu
Kamis, 24 Nov 2005 17:44 WIB
Jakarta - Suplai dana yang diterima jaringan teroris pimpinan Dr Azahari di Indonesia jumlahnya lumayan besar, 75 ribu dolar AS. Dana itu dikirim oleh perorangan dari negara di Timur Tengah dan Asia.Hal itu diungkapkan Kepala BIN Syamsir Siregar usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (24/11/2005)."Adanya aliran dana itu baru diketahui tahun ini. Jumlahnya yang pernah diketahui 75 ribu dolar AS," ungkap Syamsir.Modus operandi pengiriman dana tersebut, lanjut Syamsir, tergantung kebutuhan para teroris dalam menyerang targetnya."Andai kata ada satu target, mereka (pengirim di luar negeri) akan memberikan sesuai itung-itungan di sini. Kalau target begini berarti sekian. Jadi per kasus," ungkap Syamsir.Aliran dana itu, lanjut dia, dilakukan oleh perorangan bukan institusi. Tetapi soal detilnya, ia menyarankan pers menanyakannya kepada pihak kepolisian. Yang pasti, aliran dana itu kini sudah terputus.Sebelumnya, pihak kepolisian menyebutkan aliran dana itu terputus sejak ditangkapnya Abdullah Sonata yang merupakan kurir teroris. Penyuplai dana ini sempat simpang siur. Anggota DPR menyebutnya diplomat asing. Namun pernyataan itu dibantah Kapolri. Kapolri kemudian menyebutkan TKI, tapi belakangan pernyataan itu pun diralatnya, yang benar adalah jaringan teroris luar negeri.
(umi/)











































