Round-Up

Rencana Aksi Dewi Tanjung-Abu Janda Dilawan Fahira

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 22:01 WIB
Dewi Tanjung - Fahira Idris (Dok. detikcom)
Jakarta - Dua aksi rencananya berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta esok hari. Aksi pertama adalah demo yang memprotes Gubernur DKI Anies Baswedan, sedangkan aksi kedua adalah yang membela Anies.

Aksi pertama digawangi oleh Dewi Tanjung, Abu Janda, dkk. Mereka mengadakan aksi bertajuk 'Para Bunda Tangguh Pembela Rakyat' dan mempersoalkan cara Anies menangani banjir. Mereka menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan mundur.

"Iya itu demo para bunda se-DKI yang jadi korban banjir, yang mereka menuntut tanggung jawab gubernur dan minta pertanggungjawaban gubernur. Kan selama ini Anies Baswedan terkenal cuci tangan dan melimpahkan kesalahannya kepada orang lain," kata politikus PDIP, Dewi Tanjung, kepada wartawan, Senin (13/1/2020).



Menurut Dewi, jangan sampai karena dendam, Anies tak mau melanjutkan program normalisasi yang telah dikerjakan di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dewi meminta Anies tak banyak berkata-kata.

"Jangan hanya karena dia dendam dan tidak suka ke Ahok dia tidak mau meneruskan normalisasi di Ciliwung, ganti bahasa jadi naturalisasi sehingga kita ini nggak perlu lagi bahasa dendam nggak perlu lagi bahasa kompetitor, kita ini perlu kerja, kerja pemimpin. Jadi ini aspirasi masyarakat mengundang saya mengajak saya untuk turun bareng sama mereka," ujar dia.

Dewi Tanjung / Dewi Tanjung (Ari Saputra/detikcom)


Namun ternyata tuntutan aksi demo itu tak hanya terkait banjir. Dewi berkukuh meminta Anies mundur karena menurutnya ada banyak hal yang menjadi kekeliruan Anies selama memimpin di Ibu Kota.

"Tuntutan aksinya pertanggungjawaban kerja sang pemimpin seiman ini bapak gubernur yang terhormat Anies Baswedan action kami minta beliau mundur. Selain banjir, banyak hal yang menurut kami ini bukan seperti pemimpin yang kami harapkan, yang suka cuci tangan, lepas tangan, dan menyalahkan anak buah, begitu ada kesalahan ini sang pemimpin nggak mau mengambil alih tanggung jawab malah lempar ke anak buah, menyalahkan seolah-olah dia nggak tahu padahal dia, lama-lama masyarakat ini sebel," tuturnya.


Rencananya, ada aksi lain yang juga akan digelar besok di Balai Kota DKI. Bedanya, aksi ini digawangi Fahira Idris.
Selanjutnya
Halaman
1 2